Share

Mahator Enggan Disamakan dengan Komodo

Prasetyo Adhi, Jurnalis · Kamis 15 April 2010 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2010 04 15 53 322960 Fb6GPUcDeI.jpg (foto: prasetyo/okezone.com)

JAKARTA- Walau datang untuk segmen yang sama yakni kendaraan offroad di perkebunan dan pertambangan, namun PT Maha Era Motor (Mahator) tak ingin disamakan dengan Komodo.

Hal ini disampaikan Director Mahator, Bambang Sungkono ketika ditemui di gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jakarta.

Menurut dia, mobil offroad Mahator Karat tidak bisa dibandingkan dengan Komodo. "Lain kelasnya, harga kita jauh diatas mereka dan produk kita juga jauh lebih baik," papar Bambang.

Sayangnya, bila Komodo merupakan hasil karya anak-anak bangsa, tidak dengan Mahator. Mobil offroad itu diimpor dari China. "Kita sudah pakai komponen lokal 60 persen, selebihnya dari China," lanjut Bambang.

Dan sebagai pusat perakitan, Mahator punya pabrik di Cikampek, Jawa Barat. Ini jelas berbeda dibanding Komodo yang merupakan asli buatan Cimahi, Jawa Barat. Namun sekali lagi Bambang menegaskan, Mahator jauh diatas Komodo. "Ibarat motor, kita sudah seperti Harley-Davidson," ucapnya.

Mahator Karat dibekali mesin 669 cc liquid cooled 4 tak satu silinder. Dengan mesin ini mobil yang sanggup dipakai untuk pertambangan, perkebunan atau bahkan di pantai itu bisa menghasilkan tenaga sebesar 25 kW pada 5.000 rpm dengan torsi 49 Nm di 5.000 rpm.

Bambang juga menuturkan pengemudi bisa mengaktifkan dua mode pengendaraan, yakni penggerak dua roda dan penggerak empat roda. Tinggal tekan tombol yang ada di dashboard, maka sistem akan langsung menedeteksi penggerak roda seperti apa yang dibutuhkan pengemudi.

Bila Mahator dibanderol Rp100 juta, maka Komodo yang bermesin 250 cc 4-tak bertransmisi matik dilepas PT Fin Tetra Indonesia seharga Rp60 jutaan.

Menanggapi kehadiran Mahator offroad, PT Fin Tetra Indonesia selaku produsen Komodo mengaku tidak khawatir. "Kita tidak takut, mereka memang bukan satu level dengan kita, harganya jauh diatas kita, tapi kita asli buatan Indonesia sementara mereka dari China," terang Comercial & Marketing PT Fin Tetra Indonesia Dewa Yuniardi.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini