Share

Polda Metro bekuk kelompok derek liar

Hendru Wijaya, Sindonews · Rabu 04 Juli 2012 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 437 658797 bNpYTA6qs7.jpg dok.Okezone

Sindonews.com - Polda Metro Jaya berhasil meringkus kelompok mobil derek liar yang kerap melakukan tindak kriminalitas di jalan tol wilayah Jakarta.  Dengan modus jasa mobil derek, kelompok itu tak segan-segan merusak mobil yang melintasi jalan tol dan melakukan pemerasan dengan dalih pembayaran jasa derek.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan empat orang dari kelompok derek liar itu ditangkap. Empat orang itu berinisial AM, AW, IS dan AL.

Follow Berita Okezone di Google News

"AM ini tugasnya sebagai sopir yang mencari perhatian korban, lalu AW sebagai kenek tugasnya merusak mobil korban dengan cara merusak dan mencabut atau membuka master kopling juga selang bensin," jelas Rikwanto di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Rabu (4/7/2012).

Sedangkan IS sebagai sopir derek berperan sebagai penerima uang dan pemberi kwitansi pembayaran jasa derek mobil. Sementara AL, juga sebagai sopir derek berperan sebagai ketua dari keseluruhan aksi itu.

Selain membekuk para tersangka, petugas juga menyita barang bukti satu unit mobil Mitsubishi L300 hitam tahun 2007, satu unit mobil Toyota Limo Hitam tahun 2008, satu unit mobil Mitshubisi Fuso kuning, tiga unit mobil Fuso yang di jadikan pengangkut mobil para korban.

Sedangkan modus para tersangka dengan cara membuntuti kendaraan korban yang sudah diincar. Kemudian para tersangka menghentikan mobil korban dan mengatakan mobil tersebut ada masalah.

Saat mengecek mobil itulah, mereka melakukan perusakan dengan cara mencopot kabel kopling yang ada di bawah mobil, sehingga mobil yang tadinya tidak mogok menjadi mogok dan memaksa mendereknya.

"Sampainya di pul, korban langsung dipaksa membayar dengan tarif yang tidak masuk akal, tarif derek bervariasi mulai dai 450 ribu - 1,5 juta. Dalam aksinya mereka seolah-olah derek resmi bernama Koperasi Armada Derek, namun izin koperasi tersebut sudah berakhir tahun 2004," ujarnya.

Menurut Rikwanto, para tersangka dikenakan pasal 368, 406,170, dan 355 KUHP tentang perusakan dan perusakan bersama-sama serta perbuatan tidak menyenangkan dan juga pemerasan.(lin)

(hri)

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini