DP Naik, Penjualan Mobil Juga Malah Naik

Aditya Maulana, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2012 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2012 07 04 52 658708 VD5IaDNKGt.jpg F : Suzuki Ertiga (Aditya.M/Okezone)

JAKARTA – Terbitnya Surat Edaran Bank Indonesia No.14/10/DPNP per 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor terutama untuk DP (down payment) mobil minimal 30 persen tak mempengaruhi penjualan mobil secara nasional di Juni ini.

Meski belum genap satu bulan dari tanggal ditetapkannya peraturan tersebut, penjualan mobil baru di Indonesia tetap menorehkan hasil yang sangat baik. Terbukti beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) yang mengumumkan data penjualannya selama Juni lalu tetap berada diangka yang tinggi. Seperti empat ATPM yang sudah melaporkan datanya, Toyota, Suzuki, Honda dan Nissan.

Toyota yang berhasil membukukan penjualannya di Juni 2012 yang berhasil mencapai 37.177 unit. Angka tersebut diklaimnya naik tujuh persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 42 persen dibandingkan Juni 2011. Dengan angka itu, penjualan Toyota di semester pertama 2012 ini tercatat 202.231 unit.

Kedua dipegang oleh Suzuki yang juga mencetak angka penjualan yang tinggi di Juni 2012 sebesar 12.121 unit. Penjualan di Juni ini meningkat 125 persen dibanding bulan sebelumnya dan meningkat 168 persen dibandingkan periode bulan yang sama di 2011 lalu.

Ketiga dipegang oleh Honda yang berhasil menjual 7.410 unit mobil selama Juni 2010. Angka tersebut naik 10 persen dari bulan sebelumnya. Penjualannya kembali didominasi oleh Honda Jazz yang berhasil terjual 3.473 unit atau meningkat 48 persen dibanding bulan sebelumnya.

Di posisi keempat dipegang oleh Nissan yang membukukan penjualannya di semester pertama 2012 yang berhasil mencetak angka 32.826 unit. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya di periode yang sama yang hanya mencapai 24.525 unit.

Lebih lanjut, dari keempat ATPM yang melaporkan penjualannya selama Juni 2012 maupun semester pertama di 2012 ini terlihat bahwa efek kenaikan uang mukan 30 persen masih belum dirasakan. Tapi belum diketahui apakah bulan depan dan bulan-bulan selanjutnya kenaikan itu akan mempengaruhi penjualan mobil baru secara nasional.

(zwr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini