Share

Mobil Nasional Dibunuh Pelan-Pelan

Arief Aszhari, Okezone · Senin 10 Juni 2013 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 10 52 819668 pNOvtBLUdW.jpg F: Mobnas Tawon (Okezone)

JAKARTA- Peraturan Pemerintah terkait mobil murah yang baru saja diterbitkan. Nantinya merunut pada keluarnya peraturan Low Cost Green Car (LCGC). Tapi, itu tidak disambut baik oleh para pelaku mobil nasional (mobnas).
 

Seperti dijelaskan oleh Ketua bidang Pemasaran dan komunikasi Asosiasi Industri Automotive Nusantara (Asia Nusa), Dewa Yuniardi, pada pasal 3C PP tersebut disebutkan mesin yang harus digunakan adalah mesin berkapasitas nol sampai 1.200 cc ke bawah. Bukan di bawah 1.000 cc yang mampu diikuti oleh para pelaku mobnas.

 

"Jika memang bunyi peraturan tersebut benar, maka itu sama saja menggiring kami untuk bersaing dengan pabrikan mapan. Ibaratnya kami melawan para penghuni hutan rimba yang buas dan siap menyantap kami kapan saja," tegas Dewa Yuniardi.

 

Lebih lanjut Dewa mengatakan, jika pihaknya harus bersaing dengan para pabrikan asing, itu sama dengan membiarkan mobnas untuk berjuang sendiri dalam memajukan mobil nasional yang bisa membanggakan di negeri ini.

 

"Pabrikan asing ibarat raksasa yang sudah berumur 50 tahun lebih. Kami hanya balita yang baru berumur 5 tahun kurang, jika kami bersaing dengan mereka itu sama saja membunuh keberadaan mobil nasional secara halus," tambahnya.

 

Dalam industri automotif ada dua pokok penting yaitu investasi dan teknologi. Para pelaku mobil nasional sendiri sudah kalah di keduanya oleh pabrikan asing. Sejatinya para pelaku mobil nasional membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah untuk mengatasi kekurangan tersebut.

(zwr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini