Larangan Merokok di Mobil Jika Ada Anak-Anak

Arief Aszhari, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2014 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 04 424 935937 S9iCyZvQVG.jpg F: Merokok di mobil (leftlanenews)

LONDON - Para politisi di Inggris saat ini tengah mempersiapkan untuk memberikan suara terkait rencana undang-undang yang mengatur tentang larangan merokok di dalam mobil jika ada anak-anak. UU tersebut dicetuskan oleh partai buruh sebagai amandemen untuk keluarga dan juga anak-anak.
 

Pendukung RUU tersebut berpendapat dengan klaim penelitian yang menunjukan bahwa merokok di dalam mobil lebih berbahaya dari merokok di luar ruangan. Bahkan saat jendela terbuka, sebagaian besar asap rokok masih terperangkap di dalam, terlebih ketika jendela mobil sudah ditutup.

 

"Orang dewasa memang bebas untuk membuat pilihanya sendiri, dan hal tersebut tidak berlaku bagi anak-anak. Dan itulah sebabnya masyarakat memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anak dari bahaya yang dapat dicegah," ungkap politisi yang mendukung RUU larangan merokok di mobil bersama anak-anak, seperti dilansir Leftlanenews, Selasa (4/1/2014).

 

Partai buruh sebagai pencetus RUU ini belum merinci tentang hukuman yang akan diberlakukan bagi para pengendara yang merokok di mobil bersama anak-anak. Namun menurut sumber yang dekat dengan masalah ini mengatakan, bagi para pelanggar akan dikenakan denda sebesar USD100 atau setara dengan Rp1.220.300.

 

Namun RUU ini cukup mendapatkan kritk dari seluruh Britania raya. Para penentang peraturan ini mengatakan setiap orang sudah tahu untuk tidak merokok di dalam mobil saat anak-anak juga berada di mobil.

 

Seharusnya masalah ini ditangani dengan kampanye pelatihan, bukan oleh undang-undang yang berpotensi untuk memberikan akses terhadap pemerintah untuk masuk ke zona pribadi seseorang.

 

"Orang dewasa sudah tahu bagaimana harus bersikap, negara tidak perlu campur tangan dalam masalah ini. jika masih ada beberapa orang yang merokok di mobil dengan anak-anak, mari kita beri penjelasan kepada mereka, tapi tidak dengan undang-undang," ungkap Simon Clark, Direktur pro-smoking Group, Forest.

 

Afrika Selatan, enam negara bagian Australia, Siprus, sembilan provinsi Kanada, serta delapan negara bagian AS termasuk Arkansas, California, dan Lousiana telah memberlakukan larangan merokok bagi jika ada anak-anak di kursi belakang. Finlandia, Irlandia, dan Belanda juga telah memberlakukan peraturan tersebut.

(zwr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini