Share

Baterai SMART UNS untuk Pengembangan Program Molinas

Bramantyo, Okezone · Kamis 26 Juni 2014 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 26 52 1004549 qCyh4HmLVT.jpg F: Baterai SMART hasil pengembangan UNS (Bramantyo)

SOLO - Salah satu produksi mobil listrik karya Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menggunakan menggunakan baterai Lithium berbasis material katoda LiFePO4. Baterai lithium jenis ini merupakan hasil pengembangan dan diproduksi oleh tim peneliti UNS di Laboraturium Pusat Kimia Dasar Fakultas Teknik UNS.

Laboratorium Pusat Kimia Dasar Fakultas Teknik UNS Solo, sejak 2 tahun lalu merintis produksi baterai lithium-ion untuk keperluan mobil listrik nasional (Molinas).

Menurut Darsono, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS, menyatakan UNS adalah salah satu dari 5 perguruan tinggi yang diberi kepercayaan untuk  mengembangkan mobil listrik.

"Kami kebagian tugas mengembangkan baterai dan material bodi," jelasnya di Solo Jawa Tengah, Kamis (26/6/2014).

Oleh sebab itu UNS mendapat bantuan dana hibah penelitian dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebesar Rp2 miliar. Uang tersebut digunakan untuk membeli bahan baku dan peralatan produksi untuk mengembangkan dan memproduksi baterai lithium untuk mobil dan motor listrik.

Menurut salah satu tim penelitinya Dr. Eng Agus Purwanto, ST,MT telah melakukan penelitian dan pengembangan terhadap pemanfaatan material katoda LiFePO4 untuk membuat baterai lithium.

"Dengan menggunakan material tersebut baterai lithium jadi lebih handal dalam kekuatan untuk memasok arus besar secara kontinue, dan juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan umur pakai yang panjang," jelasnya.

Menurut Agus, prototipe yang telah dibuat tim peneliti adalah jenis baterai lithium ukuran standarnya 18650 yang nantinya akan di kembangkan lagi menjadi battery pack yang bisa diaplikasikan untuk keperluan sepeda motor listrik dan mobil listrik. 

"Jenis ini akan kita kembangkan dan bikin lebih banyak untuk aplikasi sepeda listrik dan mobil listrik, jumlahnya sekitar seribu-an," terangnya.

Menurut Agus, kenapa untuk mobil listrik menggunakan beterei lithium bukan dibentuk seperti aki dengan box. Semua itu ada pertimbangannya, karena jenis ini lithium ion ini jika terjadi tabrakan, lebih kuat dari pada yang casingnya terbuat dari box plastik.

"Baterai jenis ini juga digunakan di Amerika untuk mobil listrik. Semisal terjadi tabrakan hanya melengkung atau  putus rangkaiannya saja. Jadi tidak ada dampak membakar," terangnya.

Agus juga menerangkan jika berbeda apabila casingnya dibuat dalam kemasan box plastik seperti aki. Begitu bocor bahaya, karena ada bahan kimia elektrolit namanya. Jika terjadi konslet,  begitu terjadi akan membakar bahan yang mudah terbakar.

(ian)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini