Sensasi Isle of Man TT Pakai Yamaha R25 di Belitung

Septian Pamungkas, Jurnalis · Jum'at 05 September 2014 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 05 423 1034774 Pp1Zv05OT9.jpg F: Sensasi Isle of Man TT Pakai Yamaha R25 di Belitung (ist)

BELITUNG - Dipenghujung bulan lalu, tepatnya 29-30 Agustus 2014, Yamaha Indonesia mengundang sejumlah awak media untuk berpartisipasi dalam acara "Turing Fun Adventure Yamaha R25 Keliling Belitung". Ada 15 unit motor yang digunakan, delapan Yamaha YZF-R25 dan tujuh sisanya adalah Yamaha YZF-R15.

Jika pada hari pertama Okezone berkesempatan mengencani R15, di hari kedua dengan jarak yang mencapai 196 km ini saya menunggangi R25. Touring di Pulau Belitung merupakan kesempatan pertama Okezone dan perjalanan ini sangat menyisakan pengalaman yang luar biasa. (baca: Touring Menantang Yamaha di Negeri Laskar Pelangi)

Touring hari kedua mengambil garis start di Hotel Aston, Tanjung Pandan. Rombongan dilepas oleh Kasat Binmas Polres Belitung Iptu Eka Asmayani dan bapak Wongso sebagai bos besar CV Sumber Jadi, Main Dealer Yamaha Bangka Belitung.

Perlengkapan berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan dan sepatu telah dikenakan. Tidak lupa, perlengkapan keselamatan seperti pelindung lengan dan lutut juga dipakai untuk jaga-jaga.

Perjalanan dimulai sekira pukul 8.30 waktu setempat. Dibantu pengawalan dari kepolisian, perjalanan berlangsung tertib. Check point pertama yang dituju adalah SD Muhammadiyah Gantong di Belitung Timur yang menjadi sekolahnya Lintang dkk dalam film Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

F: Yamaha R25 berpose dengan latar SD Muhammadyah Gantong (Septian/ Okezone)

Untuk menuju tempat ini jarak tempuhnya lumayan jauh, tapi asyiknya di sini kami tidak menemui kemacetan. Kontur aspal jalan relatif halus. Jalan lurus dan berkelok-kelok menjadi suguhan di Tanah Belitong.

Momen inipun dimanfaatkan Okezone untuk menguji kehandalan motor berjuluk "Baby M1" ini. Melibas tikungan cepat maupun tikungan patah, motor sport 250 cc ini cukup nurut dan sangat mudah dikendalikan.

Okezone merasa getaran pada motor ini cukup kuat. Saat menggeber motor dengan kecepatan 90 kpj secara konstan serta durasi yang cukup lama, sesudahnya telapak tangan dan jari-jari terasa kebas. Butuh beberapa waktu untuk merasakan telapak tangan jari normal kembali. Namun itu tidak jadi soal, karena selama berada di atas jok R25 terasa begitu nyaman.

Setelah melihat lebih dekat SD Muhammadyah Gantung, perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini menyambangi Museum Kata Andrea Hirata yang berada di Jalan Laskar Pelangi no. 7, Desa Gantong. Di sini kita bisa melihat karya-karya berupa foto dan tulisan Andrea Hirata. Di sini juga ditawarkan batu Satam yang merupakan batu mulia khas Belitung.

Tidak berlama-lama, rombongan kembali melanjutkan perjalan dan berhenti di warung kopi Bu Fatimah yang juga berlokasi di Gantong, Belitung timur. Setelah menikmati kopi susu dan pisang serta tahu goreng, perjalanan kembali dilanjutkan menuju tempat makan siang di daerah Manggar dengan jarak tempuh hampir sejam.

Usai santap siang, perjalanan kembali dilanjutkan menuju diler Yamaha Sumber Jadi Kampit. Setelah sampai diler ini kami diajak oleh Asan, pengelola diler, untuk menyantap durian langsung dari kebunnya.

Di tempat ini pula rombongan dikejutkan dengan pernyataan pengunduran diri seorang Eko Prabowo dari jabatannya sebagai GM Marketing Communication and Community Development Yamaha Indonesia. Posisinya pun kini digantikan oleh Mohammad Masykur, internal Yamaha yang telah berkarir selama 23 tahun di pabrikan berlambang garputala.

Kembali ke kebun durian. Untuk diketahui, kebun ini merupakan milik bos besar diler utama Yamaha Sumber Jadi. "Ini durian montong rasa belitong. Durian ini cuma ada di sini," kata Asan.

Rombongan pun menyantap durian dengan lahap. "Jangan banyak-banyak, ambulance cuma cukup untuk satu orang," canda petugas medis yang diikuti tawa seluruh rombongan.

Puas "mabuk" durian perjalanan kembali dilanjutkan. Disinilah Yamaha R25 disiksa. Kondisi jalan di sini sepi. Saat itu bisa dihitung dengan jari kendaraan yang melintas. Meski relatif sempit, aspal jalan ini terasa halus. Banyak tikungan-tikungan yang memanjakan dan menantang layaknya sirkuit.

Patwal pun memberi kesempatan untuk memacu motor lebih cepat. Setidaknya ada tujuh motor yang melewati kawalan polisi. Bak pembalap yang turun dikejuaraan Isle of Man TT, ketujuh motor ini memacu motor seperti "kesetanan" meninggalkan anggota lain di belakang.

Bahkan di jalan yang relatif sempit ini Okezone mampu memacu R25 hingga kecepatan 166 kpj. Hasil ini sedikit lebih tinggi dari kecepatan yang Okezone peroleh saat sesi test ride di sirkuit Sentul yang mencapai 162 kpj.

Performa R25 memang patut diacungi jempol, selain kencang motor ini mudah dikendalikan. Saat Okezone memacu motor dengan kecepatan tinggi tiba-tiba dihadang tikungan cukup tajam. Seketika saya melakukan engine braking dari gigi enam ke gigi empat untuk mengurangi kecepatan, alhasil roda belakang sedikit terkunci dan motor pun sliding.

Saat itu motor tidak liar dan tetap mudah dikendalikan, saya pun bisa masuk kembali ke jalur dan memacu motor tanpa keluar jalanan untuk kemudian mengejar rombongan yang berada di depan.

Beruntung, meski memacu motor dalam kecepatan tinggi, selama perjalan berlangsung tidak terjadi suatu apapun yang menimpa anggota rombongan penjelajah Negeri Laskar Pelangi. Seluruh peserta terlihat happy karena pengalaman yang dirasakan begitu membekas.

(ian)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini