All New CBR150R Bergerak Lincah di Trek Dadakan

Septian Pamungkas, Jurnalis · Rabu 10 September 2014 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 10 423 1037078 azH3fb2oHa.jpg

JAKARTA - Usai peluncuran All New CBR150R yang dilakukan Minggu (7 September 2014), Okezone dan sejumlah jurnalis dari berbagai media automotif mendapat kesempatan untuk melakukan test ride.

Menariknya, tes dilakukan di trek dadakan tempat berlangsungnya Honda Racing Championship 2014 seri keempat di Parkir Barat JIExpo Kemayoran, Jakarta. Para wartawan mendapat giliran usai digelarnya kelas New Honda CBR150R Standar Terbuka yang dimenangkan A.M. Fadly dari Honda ASP Racing Team.

Khusus jurnalis, hanya diberikan kesempatan melahap 2 lap saja karena tes dilakukan saat jeda balap. Tidak seperti bloger yang mendapat kesempatan lebih banyak karena dilakukan usai balapan berakhir yakni 5 Lap plus 2 lap Fun Race dadakan yang diikuti 5 bloger.

Ada 10 unit Honda CBR150R lokal yang digunakan dalam sesi test ride ini. Sebelum menggeber motor sport 150 cc ini, saya mengenakan perlengkapan berkendara seperti jaket, helm dan sarung tangan. Selain itu saya juga menggunakan pelindung lutut sebagai tambahan perangkat keamanan.

Okezone mendapat giliran pertama untuk berkencan secara singkat dengan CBR150R lokal. Rasanya tidak banyak yang berubah dari posisi berkendara dari model sebelumnya. Posisi badan tidak terlalu merunduk seperti pesaingnya, Yamaha R15. Tentu ini menjadi salah satu keungulannya karena badan tidak cepat lelah karena terlalu merunduk.

Ketika mesin dihidupkan, suara knalpot terdengar cukup merdu. Desain terbaru pada knalpot ternyata turut mempengaruhi suara yang dihasilkan.

Untuk diketahui, trek dadakan ini berkarakter stop and go. Hal ini wajar karena digunakan untuk kejuaraan balap motor bebek. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kecepatan maksimal tentu sulit diraih. Okezone hanya mampu mengoper gigi sampai gigi empat setelah itu turun lagi karena pendeknya lintasan lurus.

Ya paling tidak, untuk menggapai kecepatan 80 kpj menggunakan gigi tiga dapat dengan mudah diraih.

Satu-satunya keuntungan yang didapat dari lintasan ini adalah merasakan handling dan kemampuan CBR150 lokal dalam bermanuver. Okezone merasa pengadopsian rangka teralis membuat gerakannya menjadi lebih lincah.

Saat melibas tikungan patah, motor terasa mudah untuk diangkat kembali saat menyambut trek lurus. Ketika melewati tikungan cepat pun motor terasa mudah dikendalikan.

Akselerasi saat keluar tikungan, CBR150R lokal terasa cukup gesit. Mungkin ini hasil dari ubahan pada final gear ratio dan pengadopsian rangka teralis yang dilakukan tim R&D Honda.

Sebelumnya motor baru ini dikatakan telah dikembangkan sesuai dengan karakter orang Indonesia. "Selain perubahan final gear ratio, agar sesuai dengan karakter orang Indonesia maka wheelbase-nya dibuat lebih pendek 2 mm." kata Kikuo Yamazaki, Large Project Leader Honda R&D Co. Ltd Motorcycle R&D Japan usai prosesi peluncuran All CBR150R di Parkir Barat JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Tidak terasa, dua putaran telah dilalui dan Marshall memberi kode untuk menuju garis finish. Kunci kontak pun diarahkan ke posisi Off untuk mematikan mesin karena pada motor ini tidak tersedia fitur Engine Cut Off / Stop Engine Switch. Kencan singkat pun berakhir.

(ian)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini