Cara Packing Barang di Atap Mobil untuk Mudik

Pius Mali, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2015 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 10 15 1179308 cara-packing-barang-di-atap-mobil-untuk-mudik-iWnXHbEtw8.jpg Ilustasi barang di atap saat mudik (Okezone)

JAKARTA - Jumlah barang yang berlebih untuk dibawa mudik dan tidak tertampung di bagasi seringkali diletakkan di atap mobil. Menaruh barang di atap, apalagi tanpa roof rail, sebisa mungkin dihindari karena berdampak pada kestabilan kendaraan, bahkan keselamatan jiwa seisi mobil dan pengguna jalan lainnya.

Namun terkadang kondisi tersebut tidak bisa dihindari. Bermodal seutas tali tambang dan terpal sebagai pembungkus, barang bawaan berlebih itu ikut dibawa.

Segala dampak buruk yang berpotensi terjadi di perjalanan harus diminimalisasi, seperti ikatan tidak kuat, ada barang yang terempas karena laju mobil dan kuatnya terpaan angin, hingga barang-barang basah karena kehujanan.

Rovy Arfian, anggota komunitas Toyota Avanza Veloz (Velozity) yang juga rutin pulang kampung setiap Lebaran, berbagi pengalaman soal barang bawaan berlebih.

"Barang di atap mobil itu enggak aman, pengalaman saya begitu sampai di kampung barang bawaan basah semua. Memang saya salah saat itu karena langsung taruh di atap enggak pakai roof rail ataupun roof rack. Setelah dicek tas dan kardus yang hanya ditutupi terpal di bagian atasnya itu basah karena air hujan. Air yang mengalir di atap masuk melalui selah-selah dan merembes," lanjut pria berusia 32 tahun itu.

Pria yang akan mudik ke Sumatera Barat itu menegaskan, packing barang di atas harus benar-benar diperhatikan agar aman.

"Sebaiknya barang di atas dibungkus seperti kado. Terlebih dahulu gelar terpal di atap, kemudian atur barang dengan benar. Lalu tutupi semua barang dengan terpal dan ikat kuat dengan tali," papar karyawan swasta itu.

Selain itu, perhatikan juga ketinggian barang serta bobot masing-masing tas atau kardus yang ditaruh di atap. Hal ini dilakukan agar mobil tidak nyangkut saat melewati jalan yang memiliki portal atau penghalang. Serta untuk menghindari kerusakan di atap dan kaca jendela mobil.

"Paling aman memang pakai roof rack, jadi tenang. Kalau adanya cuma roof rail dari standar pabrik, bisa dipakai dengan membeli palang tambahan untuk menaruh barang. Tapi jangan ditaruh langsung di atap. Efeknya itu banyak, atap bisa penyok bahkan saya pengalaman kaca depan retak karena beban dari barang menekan ke atap saat lewat jalan jelek. Lebih bagus lagi kalau barang bawaanya bisa masuk ke dalam kabin. Enggak perlu repot cari terpal, ikat sana-sini," pungkas dia.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini