Jelantah Jadi Biodiesel Bisa Turunkan Pencemaran Udara

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Rabu 09 Maret 2016 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 09 15 1331779 jelantah-jadi-biodiesel-bisa-turunkan-pencemaran-udara-GBSTZHiumV.jpg lustrasi: pompa biodiesel dan biopremium di SPBU (Foto: Okezone)

JAKARTA – Limbah minyak goreng (jelantah) bisa diolah menjadi bahan bakar biodiesel. Penggunaan bahan bakar biodiesel pada kendaraan diyakini bisa mengurangi pencemaran lingkungan, mitigasi emisi gas rumah kaca (GRK), penciptaan sektor baru ekonomi hijau, dan memenuhi kewajiban blending bahan bakar untuk ketahanan dan kemandirian energi.

Cukup disayangkan pengolahan jelantah menjadi biodiesel selalu kalah bersaing dengan minyak curah yang lebih menguntungkan. Padahal, daur ulang jelantah menjadi minyak goreng curah akan meningkatkan zat-zat penyebab hipertensi, kolesterol, dan kanker di dalam tubuh.

"Larangan tegas penjualan jelantah sebagai bahan olah makanan akan menyetop bahaya kesehatan dan lingkungannya," jelas Damantoro, peneliti senior dari Institut Studi Transportasi (Instran), dalam keterangan resminya.

Jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serius mengembangkan biodiesel dari minyak jelantah akan bisa menurunkan pencemaran udara dan emisi GRK.

"Karena jumlah jelantah yang sangat besar, pengembangan dan penggunaan biodiesel jelantah akan jadi kontribusi signifikan terhadap pencapaian target penurunan emisi GRK Jakarta yang dipatok 30 persen di 2030," ujar Rizka Eliza, program officer United Kingdom Climate Change Unit.

Di sisi lain, keinginan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Ibu Kota menjadi peluang emas untuk pengembangan biodiesel.

Biodiesel dari minyak jelantah akan bersaing harga dengan BBM nonsubsidi. Jika permintaan banyak maka tingkat campuran bisa dinaikkan bahkan lebih dari target blending pemerintah.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini