Alasan Mengapa Air & Debu "Betah" di Kaca Mobil

Anton Suhartono, Jurnalis · Senin 11 April 2016 00:46 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 10 15 1359108 alasan-mengapa-air-debu-betah-di-kaca-mobil-GgUHpSkOId.jpg V-KOOL luncurkan cairan pelindung kaca Glass Fusion (Foto: Anton/Okezone)

JAKARTA - Di musim hujan, pengemudi mobil kerap dihadapkan dengan permasalahan terbatasnya visibilitas karena kaca depan mobil terus teraliri air. Kondisi ini kerap terjadi saat hujan deras. Meski wiper sudah diseting dengan kecepatan maksimal, namun air tetap saja mengurangi jarak pandang.

Bahkan saat hujan berhenti pun, air masih tetap hinggap di kaca seolah tak ingin beranjak. Sehingga kaca harus dilap untuk memastikannya kering.

Business Develoment Director PT V-KOOL Indo Lestari, Lianto Winata, menerangkan, pada dasarnya permukaan kaca tidak ada yang halus. Permukannya kasar seperti bumi yang tidak rata.

"Kaca atau benda lain yang terbuat dari silika itu sebenarnya tidak ada yang halus. Permukaannya kasar, bergelombang, seperti bumi yang ada gunung, lembah, dan lainnya. Secara mikroskopis, permukaan kaca itu sebenarnya ada banyak celah, namun tidak bisa dilihat oleh mata. Kalau kita pegang memang kaca terasa halus, tapi sebenarnya permukaannya tidak rata," terang Lianto saat peluncuran V-KOOL Glass Fusion di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016, JI Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Karena adanya celah itulah, lanjut Lianto, maka air atau partikel debu sangat mudah masuk dan menetap ke permukaan kaca. Sehingga, meski wiper sudah diaktifkan, tidak semua air bisa tersapu. Begitu pun dengan debu, meski sudah dilap berulang kali, namun warna kaca tetap usang.

Ia menambahkan, untuk menangani permasalahan ini, para ahli dari V-KOOL mengembangkan sebuah cairan nano technology yang dapat membuat rata permukaan kaca yang kasar tersebut. V-KOOL memperkenalkan cairan canggih yang diberi nama Glass Fusion. Cairan ini mampu menutup permukaan yang kasar tadi hingga ke celah terkecil sekalipun lalu merekat dan mengeras. Dengan begitu permukaan kaca akan menjadi rata.

Penggunaan Glass Fusion pada kaca diklaim dapat menahan benturan dari kerikil sehingga terhindar dari baret dan retak. Alasannya, Glass Fusion mampu meningkatkan koefisien friksi dan daya topang beban pada permukaan kaca hingga 10 kali lipat.

Selain itu juga dapat meningkatkan kejernihan, memperpanjang visibilitas, mengurangi pantulan cahaya yang menyilaukan, menambah daya tolak air, serta melindungi kaca dari hujan asam, polusi, jamur, dan kerak air.

Selain pada mobil, Glass Fusion dapat diplikasikan pada semua permukaan yang mengandung silika dioksida (SiO2) seperti keramik, porselin, granit, dan batu kuarsa.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini