nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rugi Miliaran Rupiah, Ini Curhatan Para Pengusaha Diler Ford

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2016 07:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 06 28 15 1426970 rugi-miliaran-rupiah-ini-curhatan-para-pengusaha-diler-ford-2JolZszImQ.jpg Penutupan usaha sepihak merek mobil Ford di Indonesia membuat pemilik diler merugi (Okezone)

JAKARTA - Pada 2011, Ford Motor mencanangkan ASEAN Better Plan. Wilayah Jakarta yang semula terdiri dari lima primary market area (PMA) akan dikembangkan menjadi 29 PMA. Sebagai jawaban dari program tersebut pada 9 September 2015 dibuka sembilan outlet dealer Ford yang dipusatkan di Ford BSD.

Dalam acara konferensi pers para diler resmi Ford Indonesia, di Jakarta, Senin 27 Juni 2016, Irawan Gozali wakil pemilik outlet dealer di Lampung, Bogor, dan Surabaya mengungkapkan, penutupan sepihak operasi Ford oleh PT Ford Motor Indonesia (FMI) dan Ford Motor Company (FMC) membuat para diler mengalami kerugian sangat besar. Pasalnya, selama ini para diler telah mengeluarkan investasi antara lain untuk pengadaan tanah dan bangunan, showroom, serta sarana pendukung lainnya.

"Pada September 2015, para diler membuktikan komitmen mereka dengan membuka sembilan diler secara serempak di BSD, Bintaro, Depok, Jakarta Selatan, Palu, Bandung, Palembang, Lampung, dan Pontianak," papar Irawan.

Andee Yoestong, pemilik 11 outlet dealer dan telah menjadi mitra Ford sejak 2002, menambahkan, pada Desember 2015, pihaknya masih dikejar-kejar untuk memenuhi target pembukaan outlet dealer baru di Puri Pesanggrahan, Jakarta Barat. Saat itu, outlet dealer yang berada di Jalan Panjang, berdiri di atas tanah sewaan.

"Tetapi kami diharuskan untuk melakukan relokasi dan membeli lahan baru di daerah Puri Pesanggrahan karena mereka menginginkan kepastian showroom di atas lahan sendiri ketimbang di lahan sewa. Sebagai bukti keseriusan, kami sudah mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk pembangunan di lokasi Puri Pesanggrahan tersebut," ujar Andee.

Andee menambahkan, pada Januari 2016, FMI tiba-tiba menutup secara sepihak operasional Ford tanpa ada pembicaraan terlebih dahulu kepada para mitra dilernya.

“Hal ini bukan saja mengecewakan, tetapi juga memalukan untuk brand internasional sebesar Ford karena mereka gagal memenuhi komitmen mereka kepada mitra lokal. Karena itu, kami mengajukan ganti rugi dari investasi yang telah dikeluarkan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Andee.

Sementara itu, Kenny Kusuma, pemilik beberapa diler Ford di Bali, menambahkan bahwa keputusan Ford hengkang begitu saja dari Indonesia membentuk persepsi buruk bagi penanam modal asing di Indonesia. Perilaku sewenang-wenang ini akan berakibat negatif bagi kepercayaan pengusaha nasional untuk bermitra dengan investor asing karena risiko kerugiannya terlalu besar untuk ditanggung.

"Kami telah memercayai mereka dan sudah mengambil risiko besar dengan berinvestasi hingga ratusan miliar rupiah untuk mendukung distribusi dan layanan Ford di Indonesia. Tetapi ternyata mereka justru memutuskan untuk meninggalkan Indonesia tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Perilaku investor asing seperti ini sangat melecehkan dan merugikan pengusaha Indonesia,” pungkas Kenny.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini