Plus-Minus Penggunaan Bahan Bakar Biodiesel

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Selasa 28 Juni 2016 07:59 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 28 15 1426983 plus-minus-penggunaan-bahan-bakar-biodiesel-Jg9YBEduEV.jpg Bahan bakar nabati biodisel memiliki efek plus dan minus saat digunakan (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Pertamina belum lama ini meluncurkan bahan bakar nabati (BBN) jenis biosolar atau biodiesel. Biodiesel merupakan campuran solar dengan FAME (fatty acid methyl ester).

Menurut Mia Krishna A, lubricant product development PT Pertamina Lubricants, ada efek plus dan minus dari penggunaan biodiesel pada mobil bermesin diesel.

Berikut ini penjelasan singkatnya:

Efek plus

1. Sifat membersihkan yang baik, membersihkan kotoran-kotoran di jalur yang dilewati, salah satunya di tangki bahan bakar.

2. Lubricity yang baik, membantu melumaskan terutama di bagian ruang bakar.

3. Terbarukan, jenis bahan bakar baru, harganya lebih mahal dari solar.

4. Ramah lingkungan

Efek minus

1. Sifat membersihkan menyebabkan larutan kotoran pada tangki atau jalur bahan bakar di mana kotoran yang terbawa oleh mesin menyebabkan penyumbatan filter atau kerusakan sistem injeksi bahan bakar mesin.

Dicontohkan Mia, seandainya mobil diesel buatan 1980-an menggunakan BBN biodiesel kemudian terasa mesin agak tersendat, hal itu mungkin efek dari pembersihan tangki. Kotoran terbawa ke mesin, sehingga otomatis injektor bahan bakarnya akan rusak dan akan merembat ke pembakaran, oli, dan sebagainya.

2. Struktur kimia rantai gandanya mudah teroksidari.

3. Hygroscopic (mudah menyerap air) sehingga bakteri dapat tumbuh dan hasilnya adalah lunpur dan asam yang menyumbat filter.

Mia menjelaskan, biodiesel yang disimpan kurang lebih enam bulan di tangki akan mudah rusak dan bisa menjadi lumpur.

"Jadi ternyata tidak hanya keuntungan tapi ada juga beberapa kelemahan yang harus diwaspadai," tutup Mia.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini