Share

Gaikindo: Target Produksi 2,5 Juta Mobil pada 2020 Berat

Anton Suhartono, Jurnalis · Kamis 28 Juli 2016 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2016 07 27 15 1448188 gaikindo-target-produksi-2-5-juta-mobil-pada-2020-berat-rpFwrzXwOK.jpg Target produksi 2,5 juta mobil per tahun mulai 2020 dinilai Gaikindo cukup berat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berharap produksi mobil di Indonesia mulai 2020 bisa mencapai angka 2,5 juta unit. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi bagi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengungkapkan pada dasarnya Indonesia memiliki keuntungan, yakni dari sisi bonus demografi. Penduduk Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan negara ASEAN.

“Permintaan sebenarnya ada saja. Kalau kita lihat penduduk Indonesia itu kan banyak. Dari sisi ekonomi juga cukup mendukung. Jadi saya kira cukup realistis target itu,” ungkap Yohannes kepada Okezone, kemarin.

Hanya saja, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi industri automotif untuk dapat merealisasikan target tersebut. Jika tantangan-tantangan itu bisa diatasi, peluang investasi untuk penambahan produksi sangat mungkin terwujud.

“Hal yang pasti dari kebijakan-kebijakan, seperti salah satunya standar emisi Euro4. Kan itu belum diberlakukan,” ungkap dia.

Hal lain, tambah dia, selama ini konsentrasi produksi mobil masih ke jenis sport utility vehicle (SUV). Sehingga kendaraan jenis lain, seperti mini-sedan, kurang mendapat perhatian. Meski pasar sedan di dalam negeri masih kecil, namun untuk pemenuhan pasar ekspor masih cukup menjanjikan.

Yohannes menambahkan, pemerintah sejauh ini sudah memberikan dukungan untuk merealisasikan target tersebut. Hanya saja, diakuinya ada regulasi-regulasi yang berpihak ke industri automotif tidak bisa langsung diwujudkan.

"Beberapa sudah mulai, peran pemerintah sudah terlihat. Bahkan pemerintah sudah bekerja keras untuk ini. Tapi memang perlu usaha keras lagi. Untuk target 2,5 juta unit, kalau dilihat dari waktu yang tinggal beberapa tahun lagi, memang berat. Harus kerja keras," pungkas dia.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini