Menuju Era Kendaraan Listrik, Indonesia Harus Siapkan Charger Station

Nurul Arifin, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2016 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 04 15 1454764 menuju-era-kendaraan-listrik-indonesia-harus-siapkan-charger-station-skcpxk6GbQ.jpg ITS bikin prototipe charger station untuk mobil listrik (Foto: Nurul/Okezone)

SURABAYA - Kesiapan infrastruktur, seperti stasiun pengisian ulang baterai atau charger station, sangat penting untuk menunjang operasional kendaraan listrik. Dengan begitu, para pengguna kendaraan listrik tidak kesulitan mengisi baterai saat tidak di rumah.

Ketua Laboratorium Mobil Listrik Indonesia (Molina) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Muhammad Nur Yuniarto mengatakan, pemerintah sudah harus memperhatikan hal ini. Pasalnya, mau tidak mau Indonesia akan menghadapi masa kendaraan listrik. Kondisi ini sudah terjadi di negara-negara maju.

Hal penting lain, lanjut Nur, adalah menanamkan rasa cinta terhadap produk buatan dalam negeri. Banyak pihak, dari kalangan kampus maupun swasta, yang saat ini sudah mengembangkan kendaraan listrik. Hal ini membutuhkan dukungan, tidak hanya dari pemerintah namun juga masyarakat luas.

Nah, untuk itu agar produk dalam negeri, dalam hal ini kendaraan listrik, dapat dicintai di negeri sendiri, pemerintah juga harus mendukung ketersediaan infrastrukturnya. Semua hasil ciptaan anak bangsa tidak akan berguna jika tidak ditanamkan rasa mencintai produk dalam negeri. Namum demikian, pemerintah juga harus mendukung dengan ketersediaan infrastruktur," kata Nur kepada Okezone.

Ia berharap, skuter GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS) yang akan diproduksi massal paling cepat tahun depan bisa diterima oleh masyarakat. Skuter listrik ini diharapkan sudah menggunakan 100 persen komponen lokal. Dengan begitu, harganya pun bisa dibanderol cukup kompetitif, yakni antara Rp15 juta sampai Rp20 juta.

Project Leader Development GESITS, Grangsang Setia Ramadhani, menambahkan, ITS sudah membangun prototipe charger station. Namun untuk saat ini prototipe itu dikhususkan untuk mobil listrik yang dayanya mencapai 30 kWh.

"Kita sudah ada prototipe charger station tapi untuk mobil. Kalau untuk skuter listrik belum ada. Jika charger station untuk mobil membutuhkan daya 30 kWh tapi kalau untuk skuter GESIT tidak sampai segitu, paling hanya 5 kWH," jelasnya.

Prototipe charger station ini memiliki teknologi yang mampu menampung energi dari sumber listrik PLN, tenaga surya, tenaga angin, hingga genset.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini