Risiko Gunakan Water Coolant jika Radiator Kotor

Mufrod, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2016 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2016 08 10 15 1459624 resiko-gunakan-air-coolant-saat-radiator-kotor-nvR2ODISYH.jpg Ilustrasi isi radiator (foto: huffingtonpost)

JAKARTA - Cairan radiator memiliki fungsi lebih yakni mengalirkan suhu dingin dari radiator ke ruang mesin dibandingkan air biasa. Namun perlu diperhatikan penggunaan water coolant juga bisa membuat mesin overheat.

Menurut Rahmatullah, mekanik Rahmat Motor, water coolant mampu mengangkat kotoran atau kerak di radiator. Penggunaan water coolant pada mobil berusia lebih dari 10 tahun perlu diwaspadai. Kotoran yang ikut terangkat bisa mengalibatkan penyumbatan.

"Kotoran yang terangkat dari radiator biasanya sering menyumbat pipa kapiler pada radiator atau water jacket," ungkap Rahmat kepada Okezone, Rabu (10/8/2016).

Oleh karenanya ia menyarankan agar pemilik mobil memeriksa terlebih dahulu radiator jika hendak mengganti air biasa dengan water coolant.

Jika kondisi pipa tampak bersih dengan cara diintip dari tutup radiator, water coolant bisa langsung diisi. Namun jika sebaiknya, maka radiator harus dikuras total. Sekadar mengingatkan, pengurasan dilakukan dengan mencopot selang radiator bagian atas. Selang bawah dikucurkan air langsung dari keran.

“Terpenting, copot dulu thermostat-nya. Hal ini mencegah adanya penumpukan kotoran di thermostat. Selain itu supaya saluran air tidak terhalang karena sifat thermostat menutup jika suhunya dingin," jelas dia.

Selanjutnya, untuk memastikan kondisi radiator sudah bersih atau belum, lihatlah air yang keluar dari radiator. Jika bening maka radiator sudah bersih. Setelah itu, water coolant aman untuk dimasukkan.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini