nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak yang Tak Sadar bahwa Ban adalah Komponen Keselamatan Utama

Pius Mali, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2016 17:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 10 04 15 1505943 banyak-yang-tak-sadar-bahwa-ban-adalah-komponen-keselamatan-utama-MTYOc4aeNn.jpg Ban bukan hanya sekadar pelapis pelek, tapi juga sebagai komponen penunjang keselamatan berkendara (Okezone)

JAKARTA - Bicara soal ban mobil, konsumen di Indonesia biasanya hanya memerhatikan merek dan harga. Konsumen jarang yang mengamati dan berusaha memahami lebih detail kemampuan ban yang akan dipakainya.

Padahal, ban bukan sekadar pelapis pelek, karet bundar ini juga dirancang sebagai komponen keselamatan dan kenyamanan ketika berkendara.

Karena itu, Direktur Marketing Michelin Indonesia Putu Yudha mengatakan, sebaiknya konsumen mencari tahu atau meminta penjelasan mengenai performa dan kemampuan ban yang akan dibelinya. Bahkan kalau perlu melakukan pengujian.

"Di mobil ada yang namanya rem, safety belt, airbag. Ada juga yang lebih canggih pakai EBD. Fitur-fitur itu ditujukan agar mobil lebih aman. Tapi, konsumen banyak yang enggak sadar bahwa ban merupakan komponen keselamatan paling basic (utama). Ini karena ban bersentuhan langsung dengan jalanan," ujarnya.

Putu menambahkan, performa ban paling mudah diketahui saat pengemudi mengerem mobil. Saat itu ban harus mampu menempel dengan baik di jalan. Selain itu, performa ban bisa diketahui dari pengujian di jalan menikung atau berbelok di kondisi hujan. Dari situ diketahui bagaimana kemampuan menapaknya ke aspal.

Menurut Putu, ada dua tipe konsumen dalam memilih ban. Ada yang peduli, namun tidak sedikit yang cuek dengan kondis ban yang akan dibelinya. Ia pun mengajak para pemilik mobil untuk teliti sebelum membeli, karena hal ini terkait keselamatan di jalan.

"Ada konsumen yang umum dan yang passionate driver. Kalau komunitas mobil mungkin mereka peduli soal ban, mereka passionate driver. Mereka tahu persis dan menentukan sendiri ban yang begini-begini, dia tahu. Tapi sebagai contoh, misalkan ibu saya, dia peduli enggak sih? Enggak. Dia cuma tahu, datang ke bengkel, bannya habis dan mau ganti, tanpa peduli dengan fitur keselamatan dari ban itu sendiri," tukas Putu.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini