nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Untung-Rugi Ubah Pelek & Ban Mobil Jadi Lebih Besar

Pius Mali, Jurnalis · Rabu 05 Oktober 2016 08:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 10 05 15 1506470 untung-rugi-ubah-pelek-ban-mobil-jadi-lebih-besar-aHqrJBlA4n.jpg mengganti pelek dan ban memiliki risiko (foto: Worldcarfans)

JAKARTA - Mengganti pelek mobil standar pabrikan dengan merek aftermarket bisa membuat tampilan mobil lebih keren. Mengganti pelek, berarti pemilik mobil juga harus mengganti ukuran ban.

Pelek diganti dengan ukuran 2 inci lebih besar dari standarnya. Ban yang digunakan untuk melapisnya juga harus berubah. Semakin besar diameter pelek maka profil ban harus lebih tipis, begitu juga sebaliknya.

"Pabrikan memproduksi mobil sudah memperhitungkan geometri sendiri. Makanya mereka kasih rekomendasi untuk yang mau tuning naik 2 inci. Misalnya srandarnya 15 inci dinaikkan jadi 17 inci. Kenapa, karena ini berhubungan dengan total diameter ban dan pelek atau istilahnya total diameter tyre assembly," ujar Refil Hidayat, sport segment business manager Michelin Indonesia.

Mengganti pelek mobil standar dengan diameter lebih besar, sambung Refil, memiliki kelemahan dan kelebihan. Di satu sisi, penampilan mobil akan lebih segar, namun di sisi lain ada risikonya.

Dengan pelek yang lebih besar, maka ukuran vertical side wall ban akan berubah menjadi lebih pendek. Efeknya mobil akan lebih responsif. Pengaruhnya bisa dirasakan saat mobil dilajukan di jalan menikung.

Namun hal ini bisa saja mengurangi kenyamanan, apalagi saat melintas di jalan bergelombang atau rusak.

"Jika dinding bannya jadi lebih tipis, saat menikung tingkat responsifnya lebih bagus karena vertical side wall-nya pendek. Ban mobil memiliki jarak lebih pendek untuk merespons perintah setir dan gas. Tapi saat ketemu polisi tidur, speed hump, lubang, itu akan terasa keras bantingan mobilnya. Berbeda saat pakai ban mobil standar, responsifnya turun tapi akan comfort," papar dia.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini