Penanganan Mobil Mogok karena Kehabisan Bensin

Pius Mali, Jurnalis · Kamis 24 November 2016 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 24 15 1549909 penanganan-mobil-mogok-karena-kehabisan-bensin-Mqtngn6keG.jpg (Additech)

JAKARTA - Mobil biasanya sudah dilengkapi dengan penunjuk bahan bakar atau indikator berupa lampu dan bunyi untuk memberikan peringatan kepada pengemudi jika volume bahan bakar di tangki sudah minim. Meski demikian, tak jarang pengemudi masih lupa atau abai mengisi bahan bakar

Kepala Bengkel Auto2000 cabang Ciledung Raja Nami Siregar menegaskan, kehabisan bahan bakar jelas akan membuat mesin berhenti bekerja. Namun hal ini tidak menimbulkan risiko besar bagi kendaraan. Hanya saja pengemudi tentu akan direpotkan jika mobil mogok di jalan.

"Risiko kehabisan bensin, mesinnya akan mogok. Itu saja, tidak ada risiko lainnya," ujar Raja kepada Okezone.

Setelah mengisi bahan bakar, tambah Raja, pengemudi perlu menunggu beberapa saat sebelum menyalakan mesin. Hal ini dimaksudkan agar bahan bakar mengalir ke sistem pembakaran secara sempurna terlebih dahulu. Hindari memaksakan men-starter kendaraan dalam kondisi bensin belum sempurna mengalir karena akan berdampak pada komponen lain.

"Setelah bensin terisi, posisikan kunci kontak ke 'On'. Tunggu beberapa saat hingga BBM mengisi komponen sistem bahan bakar dan selanjutnya mesin dapat dinyalakan serta berfungsi normal," tambah dia.

Jika bensin sudah terisi namun mesin tetap tidak mau menyala maka perlu diperhatikan komponen penyuplai bahan bakar, yakni karburator atau sistem injeksi.

Dikutip dari laman ACC, dari tangki, bahan bakar dipompa ke karburator. Campuran bensin dan udara lalu disalurkan ke pengapian untuk menggerakkan piston. Masalah yang umum terjadi adalah karburator bisa saja kelebihan atau kekurangan bensin. Buka karburator, jika "banjir" biarkan terbuka beberapa waktu dan hidupkan mesin tanpa menginjak pedal gas atau injak dalam-dalam.

Tak hanya karburator, pompa bensin yang tidak bekerja dengan baik bisa menyebab¬kan mobil mogok. Untuk mengeceknya lepas selang bahan bakar dan masukkan ujungnya ke wadah, lalu nyalakan mesin. Jika bahan bakar masih mengalir, berarti masih berfungsi baik.

Untuk mobil injeksi, kendurkan fuel rail di dekat throttle body, lalu hidupkan mesin. Jika bensin menyemprot dengan keras berarti pompa, filter, dan fuel pressure dalam kondisi baik. Jika tidak menyemprot, kemungkinan pompa bensin tidak berfungsi sehingga harus diganti. Umumnya ketika pompa bensin bermasalah maka sekring EFI yang berada di boks sekring juga putus.

Sekadar diketahui, meski indikator atau jarum penunjuk bensin di posisi 'E' (empty), mobil tetap memiliki bahan bakar cadangan atau reservoir (RES). Ini bisa dimanfaatkan oleh pengemudi untuk berkendara dengan jarak tertentu mencari SPBU terdekat.

Meski demikian volume sisa bensin cadangan di masing-masing mobil berbeda-beda. Ini lantaran kapasitas tangki berbeda antara jenis mobil yang satu dengan lainnya. Biasanya pabrikan merancang tangki cadangan untuk menampung BBM sekira 5 liter, namun jika ukuran tangkinya lebih besar, sisanya bisa mencapai 10 liter.

Jika diasumsikan konsumsi bahan bakar mobil rata-rata 15 kilometer per liter, maka dengan reservoir 5 liter saja bisa melajukan kendaraan hingga 75 km. Daya jelajah yang sudah lebih dari cukup untuk mengantar mobil ke SPBU.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini