nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjelasan Yamaha Indonesia soal Recall R25, MT-25, dan R3

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Senin 20 Februari 2017 19:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 02 20 15 1623582 penjelasan-yamaha-indonesia-soal-recall-r25-mt-25-dan-r3-dUs49otCvo.jpg Ilustrasi Yamaha YZF R25 (foto: Okezone)

JAKARTA - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) agen pemegang merek sepeda motor Yamaha di Indonesia baru saja mengumumkan recall (penarikan) terhadap tiga produk motor sport-nya, yaitu YZF-R25, MT-25, dan R3. Penarikan dikarenakan adanya dua komponen yang bermasalah yaitu bracket di tangki bahan bakar yang dapat menyebabkan tangki retak dan bahan bakar bocor karena getaran dari mesin.

Penyebab lainnya adalah permasalahan pada saklar daya (switch) utama yang dapat mengalami korosi oleh air atau cuaca dingin, sehingga menyebabkan mesin motor sulit dihidupkan atau mati secara tiba-tiba.

Menurut Muhammad Abidin, general manager aftersales PT YIMM, recall merupakan bukti perusahaan peduli terhadap pelanggannya.

"Itu konsekuensi kalau masuk pasar global dan kami tidak boleh menutup-nutupi hal-hal tersebut," ujar Abidin di Jakarta, Senin (20/2/2017).

Ia menambahkan tidak semua masalah pada komponen bersumber dari pabrik, bisa juga masalah timbul karena ulah dari si pengguna sepeda motor itu. "Nah, tugas kami adalah meskipun mereka memodifikasinya seharusnya barang tersebut tidak menyebabkan masalah. Tapi kami harus peduli dengan konsumen walaupun itu dilakukan oleh mereka sendiri. Ya istilahnya penyesuaian komponen," tambahnya.

Dijelaskannya, soal switch utama, hal itu karena faktor desain. Sedangkan bracket di tangki karena rubber tidak dipasang oleh konsumen setelah memodifikasi motornya. Ketika dipasang kembali membuat komponen tersebut bergetar saat motor dijalankan sehingga timbul kebocoran bahan bakar.

"Karena itu menjadi awareness terhadap produk kami sendiri walaupun kami sadari itu bagian dari cost," terang Abidin.

Lantas dengan adanya recall hingga dua kali pada produk yang sama, apakah akan ada evaluasi secara besar-besaran? "Tunggu saja" jawab dia singkat.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini