Populasi Motor 80 Juta, Indonesia Jadi Surga bagi Produsen Aftermarket

Anton Suhartono, Jurnalis · Rabu 26 April 2017 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 26 15 1676699 populasi-motor-80-juta-indonesia-jadi-surga-bagi-produsen-aftermarket-xxiybYFEJk.jpg Peluncuran produk Hella motor (Foto: Anton/Okezone)

JAKARTA - Pasar sepeda motor di Indonesia merupakan yang ketiga terbesar di dunia. Saat ini lebih dari 80 juta sepeda motor beredar di Indonesia yang didominasi oleh jenis skuter matik (skutik) dan bebek.

Tidak heran jika Indonesia menjadi surga produk aftermarket perusahaan-perusahaan asing. Peluang ini pun dilirik Hella selaku merek komponen aftermarket kendaraan asal Jerman. Selama ini Hella hanya dikenal sebagai produsen aftermarket untuk mobil.

"Untuk sepeda motor mulai masuk Indonesia tahun lalu, kami mulai pengujian. Indonesia itu menjadi sasaran kami untuk roda dua karena pasarnya yang besar, di samping Vietnam dan India," jelas Vincent Lo, direktur PT Sarana Berkat distributor tunggal Hella di Indonesia, di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Menjajal peruntungan di pasar aftermarket roda dua Indonesia, Hella memulainya dengan memasarkan tiga komponen, yakni busi, lampu, dan klakson. Produk fast moving dipilih karena pemakaiannya relatif lebih cepat dibandingkan dengan yang lain.

Menurut Vincent, tiga jenis produk itu diharapkan juga bisa mengalihkan perhatian konsumen karena selama ini Hella lebih dikenal dengan penyedia komponen mobil.

Hella memasarkan tiga jenis busi untuk skutik, bebek, dan sport yakni CD8-9, CD10-9, dan CC9-6 dengan kisaran harga Rp10 ribu-Rp15 ribu. Untuk klakson dipasarkan dalam dua tipe yakni single dan double dengan kemampuan 380-480 Hz. Klakson Hella dipasarkan dengan rentang harga Rp50 ribu-Rp100 ribu.

Sementara bohlam dipasarkan dalam dua tipe yaitu Standar dan Dayview, 12 volt, dan 18-35 watt.

Soal persaingan, Vincent mengakui karakter konsumen di Indonesia cenderung setia dengan merek lama yang sudah lebih mengakar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pendatang baru seperti Hella.

"Karena itu kami ingin menunjukkan dulu. Kami sudah tes produk kami dan hasilnya nanti biar konsumen yang menentukan. Sejauh ini kami hanya menghadirkan produk sebagai pilihan kat," pungkas dia. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini