Share

Soal Sepeda Motor Listrik, Yamaha Masih Wait and See

Anton Suhartono, Jurnalis · Sabtu 10 Juni 2017 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 10 15 1712735 soal-sepeda-motor-listrik-yamaha-masih-wait-and-see-OZNwegRL9P.jpg Motor listrik Yamaha e-vino (Responsejp)

JAKARTA - Di tengah semakin maraknya penggunaan sepeda motor listrik, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sejauh ini belum berencana menghadirkan tunggangan ramah lingkungan itu. YIMM masih menunggu regulasi dari pemerintah.

Selain itu, YIMM menilai bahwa infrastruktur untuk menunjang beroperasinya sepeda motor listrik belum memadai. Saat ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah menyiapkan ratusan stasiun penyedia listrik umum (SPLU), namun jumlah itu dianggap belum memadai.

"PLN siapkan baru 300-an (SPLU). Kalau jualan motor, katakanlah Yamaha saja 100 ribu (per bulan) bayangkan kalau listrik semua. Terus antre charge-nya bagaimana. Sekalipun di rumah juga nanti rebutan," kata M Abidin, general manager aftersales YIMM, di Jakarta, kemarin.

Tidak hanya di kota-kota besar, lanjut Abidin, idelanya SPLU sudah merata di berbagai daerah di Indonesia karena penjualan sepeda motor juga menjangkau ke pelosok.

Soal waktu pasti menghadirkan sepeda motor listrik, Abidin mengungkapkan pihaknya masih wait and see. Jika regulasi dari pemerintah sudah jelas, pihaknya siap saja menghadirkan produk tersebut. Di luar negeri, Yamaha juga sudah memilik sepeda motor listrik.

Ia mengakui tren kendaraan akan mengarah ke penggunaan tenaga listrik, namun sebagai pelaku bisnis, pihaknya bergantung pada regulasi pemerintah.

"Kami wait and see, ke depan pasti ke arah sana. Kami tunggu saja peraturannya. Saat ini kami juga belum tahu respons masyarakatnya bagaimana. Kayak di China, ada Tesla (mobil listrik) sudah diumumkan tapi respons masyarakatnya masih mengatakan mobil bensin dengan motor bakar atau internal combustion masih memiliki realibility lebih baik,” pungkasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini