Cerita Ekspor Toyota Kijang, dari 50 ke 1.400 Unit per Bulan

Anton Suhartono, Jurnalis · Minggu 11 Juni 2017 04:32 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 10 15 1712761 cerita-ekspor-toyota-kijang-dari-50-ke-1-400-unit-per-bulan-u6uVvm8APf.jpg Produksi Toyota Kijang Innova di pabrik TMMIN Karawang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejak 1987, Toyota Kijang sudah diekspor meski saat itu tujuannya masih beberapa negara saja. Kini Toyota Kijang sudah dikirim ke puluhan negera.

Awalnya, Kijang diproduksi di Pabrik Sunter 1, Jakarta Utara, oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN/Toyota Indonesia) hingga tahun 2004. Karena permintaan konsumen semakin tinggi serta dimulainya ekspor dalam jumlah besar, produksi dialihkan ke pabrik terintegrasi TMMIN di Karawang Plant 1, Karawang, Jawa Barat, hingga saat ini.

Toyota Indonesia terus meningkatkan kandungan lokal Kijang dari generasi ke generasi, yang berarti menambah jumlah pemasok lokal yang terlibat dalam produksi.

Kandungan lokal pada Toyota Kijang generasi pertama hanya 19 persen lalu menjadi 30 persen pada generasi kedua. Keseriusan untuk meningkatan kandungan lokal terus ditunjukkan dengan menambahkan rasio lokalisasi menjadi 40 persen pada generasi ketiga. Lalu berturut-turut menjadi 53 persen dan 75 persen pada generasi keempat dan kelima, hingga generasi terkini di angka 85 persen. Komponen lokal itu dipasok dari delapan perusahaan menjadi 139 perusahaan pada saat ini.

Pengembangan Kijang dari generasi ke generasi juga tak terlepas dari selera konsumen di masing-masing generasi. Pada 1977, desain Kijang generasi pertama dibuat kotak dengan dempulan dan sambungan las di sana sini. Bentuk mobil seperti itu cukup untuk memenuhi tuntutan akan kendaraan niaga dengan harga terjangkau.

Tuntunan lalu bergerak menjadi generasi Kijang dengan full press body tanpa dempul, hingga kini menjadi Kijang Innova.

"Kijang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan industri automotif dan potret perkembangan sosial ekonomi bangsa Indonesia. Metamorfosa Kijang dari bentuk yang sangat sederhana di tahun 70-an menjadi kendaraan berkualitas global seperti sekarang ini menjadi cerminan bahwa kondisi sosial ekonomi serta kapabilitas industri di negeri ini meningkat pesat selama 40 tahun terakhir," kata Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono.

Pada 1987 sekira 50 unit Kijang generasi ketiga dikapalkan untuk pertamakalinya ke luar negeri dengan negara tujuan Brunei Darussalam, Papua Nugini, dan beberapa negara di Pasifik seperti Fiji, Vanuatu, dan Solomon. Saat itu, mobil masih diangkut menggunakan metode tradisional seperti jaring tali dan rantai untuk dinaikkan ke kapal laut serta harus berbagi pelabuhan sandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan komoditas ekspor-impor lain termasuk hewan ternak seperti sapi.

Kijang diekespor rata-rata 50 unit per bulan hingga 2013, lalu meningkat signifikan pada Kijang generasi kelima atau dikenal dengan Kijang Innova. Saat ini atau 30 tahun sejak ekspor perdana, volume dan negara tujuan ekspor Kijang Innova melonjak hingga ke kisaran 1.400 unit per bulan dengan 29 negara tujuan di Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Oseania, dan Timur Tengah.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini