nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nissan: Pemerintah Harus Mendefinisikan Apa Itu LCEP

Anton Suhartono, Jurnalis · Rabu 14 Juni 2017 11:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 14 15 1715580 nissan-pemerintah-harus-mendefinisikan-apa-itu-lcep-SGICzXtIoH.jpg Nissan X-Trail hybrid (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian dan pihak terkait lainnya sedang menggodok program low carbon emission programme (LCEP). Nantinya, mobil yang memenuhi kriteria rendah emisi karbon akan mendapatkan insentif pajak. Para pelaku bisnis pun masih menunggu regulasinya.

"Yang harus digarisbawahi adalah Pemerintah harus mendefinisikan apa itu LCEP sebenarnya. Sampai sekarang definisi LCEP itu kan belum jelas, apakah kita berbicara tentang teknologi atau tentang konsumsi bahan bakar. Parameter yang dipakai itu apa. Begitu itu bisa didefinisikan saya pikir Nissan dan juga pemain automotif lain bisa mengambil langkah-langkah konkret," kata General Manager Marketing Strategy and Product Planning Nissan Motor Indonesia (NMI), Budi Nur Mukmin, di Jakarta, belum lama ini.

Ditambahkannya, Nissan sangat siap jika LCEP diberlakukan. Jajaran produk yang mendukung pengurangan emisi karbon dan irit bahan bakar sudah tersedia dan tinggal dimasukkan ke Indonesia. Tak hanya itu, mobil listrik pun siap dimasukkan ke Indonesia.

Untungnya, lanjut Budi, di Thailand Nissan sudah mendukung program emisi rendah yang digagas Pemerintah dengan menghadirkan beberapa model kendaraan. Sehingga, sebenarnya program ini tinggal memindahkan ke Indonesia begitu regulasinya sudah diketuk palu.

"Mulai dari mesin yang mempunyai konsumsi bahan bakar hemat, punya (mobil) low emission carbon, kemudian kami punya mobil hybrid, kami punya mobil berbahan bakar gas, kami punya mobil listrik. Jadi semua jenis mesin yang mendukung LCEP kami ada. Di Thailand LCEP sudah ada, dan Nissan di Thailand sudah mengeluarkan semua line up. Jadi secara teori kami sudah sangat siap masuk ke pasar Indonesia," imbuhnya.

Budi memaparkan, pihaknya sudah memasarkan mobil hybrid di Indonesia melalui X-Trail. Mesin hemat bahan bakar R12 juga sudah dipasangkan pada model city car March. "Di Thailand kami juga punya engine 1,2 liter yang berbahan bakar gas. Kami punya mobil listrik. Jadi semua ready," pungkasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini