Harley Davidson Berminat Ambil Alih Ducati?

Anton Suhartono, Jurnalis · Kamis 22 Juni 2017 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 22 15 1722332 harley-davidson-berminat-ambil-alih-ducati-h6ogZ3fnJB.jpg (Foto: Reuters)

MILWAUKEE - Produsen motor Amerika Serikat, Harley Davidson, dilaporkan merupakan satu di antara sekian banyak perusahaan automotif yang berminat mengambil alih Ducati dari Volkswagen. Demikian dilaporkan Reuters yang mengutip pernyataan sumber.

Selain Harley, beberapa perusahaan lain yang berminat adalah Bajaj Auto dari India. Ducati diperkirakan akan dilepas dengan nilai 1,5 miliar euro atau sekira Rp22 triliun.

Dilaporkan pula, Harley Davidson sudah menggandeng Goldman Sachs untuk membantu perundingan pembelian merek Ducati.

Penjualan Ducati tak lepas dari skandal manipulasi data emisi gas buang kendaraan diesel yang kini tengah membelit VW di pasar global. Produsen automotif yang berbasis di Wolfsburg, Jerman, itu membutuhkan dana besar untuk membayar kompensasi terkait kasus ini.

Namun rencana penjualan merek sepeda motor Italia itu ditentang oleh serikat pekerja VW. Serikat pekerja menguasai setengah dari kursi dewan pengawas perusahaan.

"Ducati itu adalah perhiasan. Penjualan seperti ini tidak didukung oleh perwakilan buruh di dewan pengawas Volkswagen," kata juru bicara dewan perwakilan grup VW.

Apalagi, ia menilai Harley Davidson masih berada di bawah Ducati. "Harley Davidson bermil-mil di belakang Ducati dalam hal teknologi," kata dia.

Sejauh ini, pihak VW, Harley Davidson, maupun Bajaj, belum memberikan keterangan mengenai rencana penjualan ini.

Masih kata sumber, sebelumnya ada beberapa perusahaan automotif yang berniat mengambil alih Ducati, namun diurungkan. Produsen motor India lainnya, TVS Motor Company, termasuk salah satunya. Namun rencana itu diurungkan karena faktor harga. Produsen sepeda motor Jerman, BMW Motorrad, serta pabrikan motor Jepang, Honda dan Suzuki, juga sempat tertarik, namun kemudian mundur. Perusahaan lain yang sebelumnya dilaporkan juga berminat adalah Royal Enfield.

Sementara sumber di internal VW mengungkapkan proses penawaran Ducati tidak akan difinalkan sebelum pameran EICMA di Milan, Italia, pada pertengahan November 2017. VW ingin benar-benar menemukan peminat yang sesuai dan tidak akan terburu-buru menjualnya.

Ducati didirikan pada 1926 di Bologna, Italia. Di masa awal, perusahaan ini sebenarnya memproduksi alat kelistrikan seperti tabung vakum dan komponen radio. Meski menjadi target bom di Perang Dunia II, pabrik di Bologna tetap berproduksi.

Semakin lama perusahaan terus berkembang hingga memproduksi sepeda motor. Kesuksesan terus berlanjut, tidak hanya di pasar namun juga di arena balap. Sebanyak 14 gelar juara dunia Superbike diraih Ducati dengan pembalap tersuksesnya, Carl Fogarty dan Troy Bayliss.

Sementara itu, Harley Davidson, yang saat ini menguasai setengah pasar motor gede di AS, termasuk perusahaan yang kuat dan bertahan di tengah guncangan kuat pelemahan ekonomi. Namun belakangan ini pasar Harley Davidson terpukul. Penyebabnya semakin kuatnya persaingan dengan produk motor gede asal India dan Jepang.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini