nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mudik Lewat Jalan Tol, Persiapkan Skenario Terburuk!

Anton Suhartono, Jurnalis · Jum'at 23 Juni 2017 06:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 06 22 15 1722559 mudik-lewat-jalan-tol-persiapkan-skenario-terburuk-gqPy08tlsp.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jalan tol sudah terhubung dari Jakarta hingga Jawa Timur, baik yang berstatus operasional maupun funsional. Dengan demikian, ada kemungkinan para pemudik akan menghabiskan sebagian besar waktu perjalanannya di tol.

Permasalahan yang muncul adalah, titik-titik rest area masih terbatas jumlahnya. Jangankan di ruas tol yang baru dioperasikan, rest area di ruas tol yang sudah lama beroperasi seperti Cikampek pun tidak bisa menampung para kendaraan saat musim mudik.

Karena itu banyak pemudik yang terpaksa berhenti di bahu jalan atau nekat melanjutkan perjalanan meski kondisinya sudah kelelahan. Kondisi ini bisa membahayakan pemudik itu sendiri. Hal yang perlu diingat adalah pengemudi harus beristirahat setiap 3-4 jam perjalanan.

Pemerhati safety driving yang juga pemilik Rifat Drive Labs (RDL) Rifat Sungkar mengatakan, pemudik harus menyiapkan skenario terburuk jika berkendara di jalan tol. Dalam kondisi jalan tol yang padat di musim mudik dan balik nanti, pemudik sudah harus mempersiapkan segalanya dari rumah.

"Pemudik seharusnya sudah tahu seperti apa yang akan terjadi, berarti harus ada preperation sebelum keberangkatan. Semua orang berharap baik-baik saja, padahal semua tidak baik-baik, siapkan skenario terburuk dari semuanya," ungkap Rifat.

Menurut dia, segala kebutuhan yang bisa didapat di rest area sebisa mungkin sudah disiapkan dari rumah. Sehingga rest area hanya sebagai tempat untuk memenuhi aktivitas yang sangat penting saja, seperti shalat dan ke toilet. Selebihnya, seperti makan, bisa dipenuhi dari rumah.

"Pemudik tahu kan titik-titik mana saja yang bisa berhenti dan tidak bisa berhenti. Tapi kita kan sudah belajar banyak. Kita tahu enggak bisa behenti (lama) di rest area. Kebutuhan di rest area seperti makan, minum, dan segala macam, kalau bisa disiapkan dari rumah. Jadi rest area hanya jadi tempat untuk salat atau tidur. Itu kan masih bisa. Kita hanya dapat parkir tapi enggak bisa makan, itu enggak apa-apa," jelas Rifat.

Selain itu, untuk menyiasati rasa jenuh di jalan tol, lanjut dia, pemudik harus bisa menghadirkan hiburan untuk diri sendiri. Pasalnya, kita tidak bisa mengharapkan penumpang lain bisa terus diajak mengobrol selama perjalanan.

"Anda menyetir dan ngobrol 2-3 jam. Habis 3 jam kan langsung sepi kehabisan bahan omongan. Jadi, 'You have to entertaint your self’. Masing-masing punya selera beda dalam menghibur diri, ada yang suka baca buku, mencamil makanan, siapkan masing-masing. Berpikirnya jangan bagaimana nanti, tapi nanti bagaimana. Mindset-nya harus diubah," pungkasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini