TOP AUTOS: Memperebutkan Ducati

Anton Suhartono, Jurnalis · Kamis 22 Juni 2017 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 22 15 1722580 top-autos-memperebutkan-ducati-zA0Ayp3s9P.jpg (Fortitude)

JAKARTA - Meskipun ditolak oleh serikat buruh Volkswagen Group, penjualan merek Ducati sepertinya tidak akan dapat dihindari. Merek motor Italia yang tengah naik daun ini memiliki nilai jual tinggi dan dianggap bisa menjadi solusi atas krisis keuangan yang mendera VW akibat skandal manipulasi emisi gas buang kendaraan diesel. VW membutuhkan banyak dana untuk membayar kompensasi.

Beberapa perusahaan automotif dilaporkan sudah menyatakan minatnya untuk mengambil alih produsen motor yang berbasis di Bologna, Italia, itu. Perusahaan yang santer berminat memiliki Ducati adalah Harley Davidson dan Bajaj Auto dari India. VW diperkirakan akan dilepas dengan nilai 1,5 miliar euro atau sekira Rp22 triliun.

Bahkan, Harley Davidson sudah menggandeng Goldman Sachs untuk membantu perundingan pembelian merek Ducati ke VW.

Sebelumnya ada beberapa perusahaan automotif yang berniat mengambil alih Ducati. Pabrikan besar lain yang dilaporkan sudah menyatakan minatnya adalah Royal Enfield.

Ada pula beberapa produsen motor lainnya, seperti TVS Motor Company, BMW Motorrad, Honda, dan Suzuki, yang dilaporkan berminat. Namun mereka mundur karena beberapa faktor.

Sementara sumber di internal VW mengungkapkan proses penawaran Ducati tidak akan difinalkan sebelum pameran EICMA di Milan, Italia, pada pertengahan November 2017. VW ingin benar-benar menemukan peminat yang sesuai dan tidak akan terburu-buru menjualnya.

Penjualan Ducati sendiri ditentang serikat buruh VW Group. Melalui dewan pengawas, mereka menyatakan menentang penjualan Ducati, termasuk ke Harley Davidson. Salah satu alasannya, dalam hal teknologi, Harley Davidson masih di bawah Ducati.

"Ducati itu adalah perhiasan. Penjualan seperti ini tidak didukung oleh perwakilan buruh di dewan pengawas Volkswagen," kata juru bicara dewan perwakilan grup VW.

"Harley Davidson bermil-mil di belakang Ducati dalam hal teknologi," tambahnya.

Ducati didirikan pada 1926 di Bologna, Italia. Di masa awal, perusahaan ini sebenarnya memproduksi alat kelistrikan seperti tabung vakum dan komponen radio. Meski menjadi target bom di Perang Dunia II, pabrik di Bologna tetap berproduksi.

Semakin lama perusahaan terus berkembang hingga memproduksi sepeda motor. Kesuksesan terus berlanjut, tidak hanya di pasar namun juga di arena balap. Sebanyak 14 gelar juara dunia Superbike diraih Ducati dengan pembalap tersuksesnya, Carl Fogarty dan Troy Bayliss.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini