Perbedaan Karakter Pembeli Mobil Dulu dan Sekarang

Anton Suhartono, Jurnalis · Sabtu 24 Juni 2017 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 23 15 1723399 perbedaan-karakter-pembeli-mobil-dulu-dan-sekarang-6EIh9BN5KE.jpg (Astra.co.id)

JAKARTA - Karakter konsumen pembeli terus berubah seiring perkembangan zaman dan teknologi. Jika dulu orang membeli mobil lebih karena faktor fungsi, namun saat ini lebih dari itu.

Chief Executive Auto2000 Agus Prayitno menjelaskan, selain faktor kenyamanan dari produk yang dipilih, konsumen ingin pelayanan purnajual yang tidak membuat mereka repot.

"Sekarang orang beli mobil sudah semakin pintar. Kalau dulu orang beli mobil karena masalah fungsinya sebagai alat memindahkan orang atau barang dari satu titik ke titik lain, sekarang enggak. Selain ke kenyamanan, mereka yang sudah membeli (mobil) enggak mau repot, aftersales. Apalagi sekarang yang millennial begini, lebih tidak mau repot," kata Agus.

Menurut dia, selain kualitas produk, di sinilah pertarungan persaingan antarmerek sesungguhnya. Siapa yang mampu memberikan pelayanan terbaik, maka dia akan dipilih. Dalam hal mencapatkan pelayanan purnajual, konsumen saat ini tidak ingin waktunya banyak terbuang. Karena itu pihak diler harus memutar otak mencari solusi dalam memberikan pelayanan.

Tak heran jika saat ini banyak merek yang gencar menambah diler agar bisa semakin dekat menyentuh konsumennya. Auto2000 sendiri akan menambah tujuh diler tahun ini sehingga jumlahnya akan menjadi 115.

"Ke depan strategi penguatan aftersales. Akan ada penambahan diler, tahun ini akan ada tujuh diler lagi. Total bisa 115 diler. Kalau posisi sekarang 108," cetusnya.

Di samping itu, standar pelayanan juga ditingkatkan. Memanfaatkan teknologi informasi, pelayanan ke konsumen sudah dilakukan secara digital.

"Secara nasional sudah di-cover dengan perangkat digital. Untuk menaikkan produktivitas harus dibantu dengan digital. Tidak hanya produktivitas tapi juga meningkatkan standar pelayanan kepada customer. Sudah ada teknologi harus digunakan teknologinya," pungkasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini