Survei Auto2000, 30% Pembelian Mobil Baru Dilakukan dengan Tukar-Tambah

Anton Suhartono, Jurnalis · Jum'at 14 Juli 2017 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 14 15 1736085 survei-auto2000-30-pembelian-mobil-baru-dilakukan-dengan-tukar-tambah-45I08TFLBS.jpg (Astra.co.id)

JAKARTA - Model pembelian mobil baru secara trade in atau biasa disebut dengan tukar-tambah menjadi tren. Konsumen ingin mendapatkan mobil model terbaru, namun dengan menjual mobil lamanya.

Masalahnya, banyak konsumen yang kebingungan kemana mereka menjual mobil lamanya. Hal ini pun dilirik oleh para pelaku bisnis automotif yang menjual mobil baru, baik agen pemegang merek (APM) mapun diler, sebagai peluang.

Chief Marketing Auto2000 Martogi Siahaan mengatakan, berdasarkan survei internal, sebanyak 30 persen pembelian mobil baru dilakukan secara tukar-tambah. Ia yakin jumlah konsumen yang menjual mobil lamanya terlebih dahulu sebelum membeli unit yang baru lebih tinggi dari itu. Namun mereka menjualnya sendiri tidak melalui jasa trade in yang disediakan pelaku bisnis, seperti APM dan diler.

"Sebagai gambaran saja, menurut survei kami hampir 30 persen dari total pembelian mobil baru itu sebenarnya tukar-tambah. Itu potensi marketnya besar. Sebagian besar memang customer-nya sendiri yang mencarikan penjualnya. Tapi kan banyak customer yang enggak mau repot. Tentu ada risiko dalam penjualan mobil bekas, kalau mereka berelasi dengan orang yang tidak dikenal, orang yang tidak jelas pembayarannya seperti apa, dia harus transfer dan lain sebagainya," jelas Martogi, di acara halal bihalal Auto2000, di Jakarta, Kamis 13 Juli 2017.

Hal ini merupakan peluang, jelas Martogi, di satu sisi mampu meningkatkan penjualan mobil baru namun juga ada peluang bisnis. Namun hal yang dikedepankannya adalah membantu konsumen sehingga mereka tidak perlu repot lagi dalam mendapatkan kendaraan baru.

"Dengan adanya divisi kami yang menangani mobil bekas maka kami harapkan kerepotan customer ini bisa berkurang. Jadi dia enggak perlu tanya sana-sini, silakan langsung nambah. Misanya harga mobilnya (bekas) Rp100 juta sementara harga mobil baru Rp170 juta. Jadi dia tinggal menambah Rp70 juta. Yang Rp70 jutanya pun bisa dikredit lagi," terang Martogi.

Lantas, kemana larinya mobil bekas yang dijual konsumen itu, Martogi mengungkap bahwa pihaknya bekerja sama dengan sister company yang juga grup Astra International, yaitu mobil88. Namun untuk lebih melebarkan sayap, Auto2000 juga menggandeng showroom-showroom independen. Dengan relasi yang sudah banyak dikenal Auto2000, kata dia, semakin mempermudah konsumen untuk menjual mobil mereka.

"Kami memediasi customer untuk bertemu dengan pembelinya. Kami ingin mendapatkan harga yang terbaik dari showroom-showroom rekanan kami. Nantinya Auto2000 tentunya juga akan menjual ke end customer tapi untuk saat ini kami bekerja sama dengan mobil88 dam showroom dulu. Selama ini kan customer kami membandingkan antara showroom-showroom mana yang terbaik harganya. Sekarang kami yang mengerjakan itu," terangnya.

Untuk tahap pertama, Auto2000 membuka layanan trade in di diler-diler di Jakarta dan sekitarnya. Namun ke depannya akan diperluas ke daerah-daerah. Saat ini Auto2000 memiliki 107 diler di seluruh Indonesia yang mampu menjual 600-700 unit mobil per hari.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini