Cara Mudah dan Murah Miliki Mobil Baru dengan Tukar-Tambah

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Jum'at 14 Juli 2017 23:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 14 15 1736839 cara-mudah-dan-murah-miliki-mobil-baru-dengan-tukar-tambah-oDiW7iF6Vy.jpg Ilustrasi mobil bekas (Okezone)

JAKARTA - Tidak sedikit pemilik kendaraan yang ingin mengganti mobil lama dengan keluaran terbaru. Tentunya ada banyak cara yang bisa dilakukan supaya keinginan itu tercapai. Sebut saja salah satunya dengan mengikuti program tukar-tambah atau trade in. Hal tersebut bisa dilakukan di diler resmi agen pemegang merek (APM).

Berdasarkan survei yang dilakukan Auto2000, sebanyak 30% pembelian mobil baru dilakukan secara tukar-tambah.

"Sebagai gambaran saja, menurut survei kami hampir 30% dari total pembelian mobil baru itu sebenarnya tukar-tambah. Itu potensi marketnya besar. Sebagian besar memang customer-nya sendiri yang mencarikan penjualnya. Tapi kan banyak customer yang enggak mau repot. Tentu ada risiko dalam penjualan mobil bekas, kalau mereka berelasi dengan orang yang tidak dikenal, orang yang tidak jelas pembayarannya seperti apa, dia harus transfer dan lain sebagainya," jelas Chief Marketing Auto2000.

Dengan mengikuti program tersebut, pemilik kendaraan tidak perlu repot mencari tahu mengenai harga pasaran dari mobil yang hendak dijualnya.

"Kami harapkan kerepotan customer ini bisa berkurang. Jadi dia enggak perlu tanya sana-sini, silakan langsung tambah. Misalnya harga mobilnya (bekas) Rp100 juta sementara harga mobil baru Rp170 juta. Jadi dia tinggal menambah Rp70 juta. Yang Rp70 jutanya pun bisa dikredit lagi," terang Martogi.

Pembelian mobil baru dengan cara tukar-tambah ke diler resmi membutuhkan proses. Karena pihak diler harus memastikan kondisi mobil dalam keadaan baik, dari situ pula akan ditentukan harga jualnya.

"Kami lakukan pengecekan di 170 titik mobil. Pada prinsipnya kami menerima kendaraan yang masih laik jalan dan semua kendaraan yang masih sesuai harga dan penawaran. Kami membuat grade, ini kondisinya begini-begini lalu kami tawarkan harga ke customer kira-kira harganya seperti ini. Kemudian kami juga sampaikan ke showroom-showroom kalau kami sudah appraisal dan mobilnya dalam kondisi seperti ini," kata Martogi.

Konsumen akan diberikan waktu untuk memikirkan harga yang ditawarkan. Namun diakuinya akan ada proses negosiasi lanjutan jika konsumen tidak cocok dengan harga yang ditawarkan.

"Tapi yang harus diperhatikan juga adalah customer belum tentu sesuai dengan harga yang kami tawarkan. Tapi tetap customer menjadi kunci penentu karena kami hanya membantu mereka untuk dipertemukan dengan showroom-showroom yang ada," ungkapnya.

Dijelaskannya penentuan harganya cukup sensitif. Harga mobil bekas di pasaran sangat dipengaruhi dengan diskon mobil baru serta musim. Ini akan menjadi pertimbangan showroom agar mereka mendapatkan margin yang sesuai.

Karena itu harga yang masuk akal menjadi penentu proses tukar-tambah bisa berlangsung cepat atau tidak.

"Kecepatannya bergantung pada reasonable price yang diinginkan customer. Kalau dia menawarkan harga yang market tidak bisa akses, maka sulit juga. Tapi kami tetap menawarkan harga yang sesuai dengan kondisi sekarang," pungkas Martogi. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini