Penjualan Mobil Auto2000 Semester I-2017 Turun 8%, Ini Penyebabnya

Anton Suhartono, Jurnalis · Minggu 16 Juli 2017 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 15 15 1737215 penjualan-mobil-auto2000-semester-i-2017-turun-8-ini-penyebabnya-A7ALTNDSkw.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pasar automotif khususnya kendaraan roda empat dan lebih mengalami penurunan di semester pertama 2017. Hal ini pun dialami Auto2000 selaku diler Toyota.

Chief Marketing Auto2000 Martogi Siahaan mengatakan, pada semester I-2017 penjualan mobil di Auto2000 mengalami koreksi sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Semester pertama tahun ini mengalami koreksi, secara keseluruhan market memang mengalami koreksi. Auto2000 mengalami koreksi sebesar 8 persen dibandingkan tahun lalu. Sampai Juni, 79.117 unit," sebut Martogi, beberapa waktu lalu.

Ada beberapa penyebab penjualan menurun. Faktor utamanya adalah pada tahun lalu ada produk baru yang diluncurkan di awal tahun, baik all new maupun penyegaran. Hal ini pun berpengaruh pada tingginya penjualan di semester pertama 2016.

"Pada tahun lalu kami mendapatkan suatu keuntungan diluncurkannya Innova dan Fortuner, itu di awal tahun. Dan itu menciptakan pasar yang cukup besar. Produk-produk refreshing juga banyak di tahun lalu. Tapi sekarang hampir enggak ada di awal tahun. (Agya) itu kan hanya refreshment. Kalau dulu kan benar-benar major," jelas Martogi.

Ditambahkannya, penjualan tahun lalu tinggi juga karena tren taksi online. Banyak orang yang membeli mobil kemudian dijadikan armada taksi online. Namun tahun ini peminatnya jauh lebih sedikit. 

Kebijakan di sektor pembiayaan juga memengaruhi tingginya pengajuan kredit penjualan pada tahun lalu. Hal ini karena sekira 60 persen pembeli melakukan transaksi secara kredit. Bagi pelaku bisnis taksi online, pembiayaan sangat membantu mereka untuk melakukan kredit mobil. Namun saat ini pemintaannya jauh menurun karena faktor kebijakan di sektor pembiayaan produk automotif.

Faktor lain, tambah dia, ada perusahaan yang menjadwal ulang pembelian mobil. Ini cukup memengaruhi penjualan fleet Auto2000 di semester pertama 2017.

Disinggung soal kontribusi penjualan menjelang Lebaran, Martogi menjelaskan bahwa dua sampai tiga tahun terakhir ini memonetum hari raya tidak begitu terdongkrak. Hal ini dimungkinkan karena masyarakat menilai membeli mobil menjelang Lebaran tidak jauh berbeda dengan setelahnya.

"Lebaran sendiri dalam beberapa tahun terakhir tidak men-trigger market secara signifikan. Karena mungkin masyarakat juga sudah melihat bahwa setiap waktu mereka bisa membeli mobil. Tapi kalau tiga sampai empat tahun ke belakang Lebaran itu signifikan memengauhi market. Kalau saya melihat, khususnya 2-3 tahun terakhir, penjualan tidak naik signifikan tapi juga setelah Lebaran tidak turun jauh. Kalau dulu, sebelum Lebaran naik signifikan tapi setelah Lebaran turunnya dalam," terangnya.

Soal model kendaraan yang paling diminati, Martogi menyebut dominasi Avanza belum digoyahkan. Namun secara pertumbuhan penjualan, segmen LCGC yang paling tinggi.

"Tetap LCGC kami mengalami peningkatan. Total LCGC mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tetapi Avanza tetap menjadi penyumbang tertinggi," cetusnya, tanpa penyebut angka.

Auto2000 sendiri menargetkan penjualan 160 ribu-170 ribu mobil selama 2017. Jumlah tersebut di bawah realisasi penjualan pada 2016 yang mencapai 179 ribu unit. "Kita kan sekarang koreksi sampai 8 persen, tetapi semester kedua kami harapkan bisa lebih baik sehingga 170 ribu bisa kami dapat di tahun ini," pungkasnya.

Auto2000 merupakan salah satu founder dealer Toyota. Dengan angka penjualan tersebut, Auto2000 menyumbang 44-45 persen penjualan total Toyota di Indonesia.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini