nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaikindo Akan Beri Masukan soal Mobil Listrik

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Kamis 20 Juli 2017 10:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 07 20 15 1740419 gaikindo-akan-beri-masukan-soal-mobil-listrik-OQwrLujOFA.jpg Ilustrasi mobil listrik di-charge di fasilitas perkotaan (Foto: Reuters)

JAKARTA – Proses penyusunan regulasi mobil listrik di Indonesia sudah memasuki babak baru. Hal ini bisa dilihat dari dibuatnya draf kebijakan mobil listrik oleh Pemerintah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dalam acara Powering Indonesia 2017 mengaku sudah mendapat lampu hijau dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan pengembangan mobil listrik.

Draf yang sudah ditandatangani presiden itu akan menjadi Peraturan Presiden (Perpres). Adapun ‎tim penyusunan draf sudah dibentuk di antaranya beranggotakan Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian ESDM. ‎Nantinya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga akan diminta memberikan berbagai masukan.

"Kalau sudah lampu hijau kan sudah dari atas turun ke Kemenperin dan segala macam. Nanti kami (Gaikindo) akan dilibatkan, ini boleh nih kami memberi masukan begini (saran). Tapi otomatis pemerintah juga harus membuat infrastrukturnya," ujar Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, di Jakarta, kemarin.

Dalam hal kebijakan strategis di bidang automotif, Gaikindo selalu dilibatkan. Nangoi mencontohkan sebelumnya pihaknya juga ikut membahas aturan standar emisi Euro4.

"Permintaan saya ada tiga ke pemerintah mengenai Euro4. Pertama, bahan bakar Euro4 tolong disiapkan karena kami enggak bikin bahan bakar. Kedua, bahan bakar tersebut harus didistribusikan secara merata ke Indonesia karena saya enggak bisa menunggu dua atau tiga tahun lagi untuk menjual mobil dengan standar Euro4 ke Makassar. Ketiga, Kemenhub harus siap melakukan uji tipe karena ada kendaraan yang harus diuji lagi. Sementara sekarang untuk menguji itu antrenya setengah mati. Kalau enggak, industri itu bisa berhenti," terang Nangoi.

Sementara itu Jonan mengkalim pembuatan draf mobil listrik tidak memakan waktu lama karena sudah memiliki gambaran seperti apa kendaraan yang bakal diterapkan di Indonesia.

Dalam penyusunan draf akan ada regulasi yang menyebutkan bahwa pemerintah tidak memberikan kewajiban kepada PLN menjadi penyedia energi listrik. Pembuatan mobil listrik juga bergantung pada industri, namun diharapkan ada pabrik lokal di Indonesia yang siap memproduksi mobil listrik.

Adapun dukungan pemerintah terhadap pengembangan mobil listrik, salah satunya memberi insentif pajak agar harga mobil bisa dijangkau masyarakat.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini