Rencana Penjualan Ducati Santer Lagi, Benetton pun Berminat

Anton Suhartono, Jurnalis · Jum'at 21 Juli 2017 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 21 15 1741192 rencana-penjualan-ducati-santer-lagi-benetton-pun-berminat-3Jo9JNEhVN.jpg (Foto: Reuters)

MILAN - Rencana penjualan Ducati oleh Volkswagen semakin santer terdengar. Saat ini ada banyak perusahaan yang berminat mengambil merek motor Italia itu dari VW. Sebelumnya Harley Davidson, Royal Enfield, Bajaj Motor, dan serta beberapa perusahaan investasi berminat membeli merek motor yang berbasis di Bologna ini. (Baca: Harley Davidson Berminat Ambil Alih Ducati?)

Kabar terbaru, sebagaimana dilaporkan Reuters, keluarga Benetton dari Italia juga kepincut dengan Ducati. Benetton akan membeli Ducati melalui perusahaan investasi automotifnya, Edizon Holding.

Beberapa sumber kepada Reuters menyebutkan, pabrikan motor yang kini dipegang oleh Audi, anak usaha VW, itu dilaporkan bakal dipinang oleh Benetton dengan harga USD1,2 miliar atau sekira Rp16 triliun. Meski banyak penawaran yang masuk, sampai saat ini VW belum menentukan sikap.

Ada beberapa perusahaan lain yang dilaporkan sudah mengajukan penawaran seperti Bain Capital yang memiliki saham di perusahaan produsen kendaraan salju, BRB. Perusahaan automotif AS Polaris Industries juga termasuk salah satu yang mengajukan penawaran.

Bahkan pemilik lama Ducati, Investindustrial, juga berminat membelinya kembali. Pendiri Investindustrial Andrea Bonomi menjual Ducati ke Audi pada 2012 dengan harga 860 juta euro atau sekira Rp13 triliun.

Sementara itu jika penawaran ini sukses Benetton akan membentuk konsorsium dengan investor untuk mengendalikan Ducati. Namun sejauh ini, pihak Edizone Holding belum bersedia berkomentar terkait laporan rencana pembelian Ducati.

Sumber menyatakan, alotnya proses penjualan Ducati tidak lepas dari tingginya angka yang diinginkan VW, yakni mencapai USD1,4 miliar atau sekira Rp18 triliun. Angka itu didasarkan dari 10 kali lipat lebih pendapatan inti Ducati yang mencapai USD100 juta. Bagi pabrikan sepeda motor, angka tersebut sulit untuk dipenuhi.

Ducati didirikan pada 1926 di Bologna, Italia. Di masa awal, perusahaan ini sebenarnya memproduksi alat kelistrikan seperti tabung vakum dan komponen radio. Meski menjadi target bom di Perang Dunia II, pabrik di Bologna tetap berproduksi.

Semakin lama perusahaan terus berkembang hingga memproduksi sepeda motor. Kesuksesan terus berlanjut, tidak hanya di pasar namun juga di arena balap. Sebanyak 14 gelar juara dunia Superbike diraih Ducati dengan pembalap tersuksesnya, Carl Fogarty dan Troy Bayliss.

Penjualan Ducati sendiri tidak lepas dari skandal manipulasi data emisi gas buang kendaraan diesel yang kini tengah membelit VW di pasar global. Produsen automotif yang berbasis di Wolfsburg, Jerman, itu membutuhkan dana sangat besar untuk membayar denda dan kompensasi terkait kasus ini. (Baca: Rencana Volkswagen Jual Ducati Semakin Nyata)

Namun rencana penjualan merek sepeda motor Italia itu ditentang oleh serikat pekerja VW. Serikat pekerja menguasai setengah dari kursi dewan pengawas perusahaan.

"Ducati itu adalah perhiasan. Penjualan seperti ini tidak didukung oleh perwakilan buruh di dewan pengawas Volkswagen," kata juru bicara dewan perwakilan grup VW.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini