Skema LCEV, Produsen Tinggal Pilih Bikin Mobil Gas, Hybrid, atau Listrik

Anton Suhartono, Jurnalis · Selasa 25 Juli 2017 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 25 15 1743357 skema-lcev-produsen-tinggal-pilih-bikin-mobil-gas-hybrid-atau-listrik-fuithF9sSK.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menggodok skema low carbon emission vehicle (LCEV). Produsen kendaraan yang memasarkan kendaraan berkategori LCEV akan mendapatkan insentif pajak.

Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, nantinya produsen diberi kebebasan untuk memilih kategori mobil beremisi karbon rendah mana yang sesuai dengan kemampuannya.

Mobil rendah emisi karbon bisa saja berbahan bakar compressed natural gas (CNG), menggunakan penggerak hybrid (kombinasi mesin konvensional dengan motor listrik), atau full electric yakni mobil yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

"Jadi di dalam low carbon emission vehicle itu ada kendaraan pakai gas, ada hybrid, dan ada listrik. Jadi yang penting adalah kami menyediakan insentifnya sehingga produsen bisa memilih ke depannya mau mengembangkan yang mana. Artinya kami akan memberikan insentif untuk seluruh low carbon emission vehicle sehingga mereka nanti bisa mengembangkan kendaraannya sendiri," terang Putu, di sela perkenalan kendaraan small MPV Mitsubishi, di Jakarta, Senin 24 Juli 2017, malam.

Soal perkembangan pembahasannya sampai saat ini, Putu mengungkapkan pihaknya masih terus melakukan pembicaraan dengan Kementerian Keuangan dalam menentukan skema insentifnya. Banyak pertimbangan yang harus diperhatikan sehingga nantinya jangan sampai skema ini berdampak signifikan terhadap pendapatan pajak negara.

Sebenarnya konsepnya sudah dibahas terus dengan Kementerian Keuangan. Nanti tinggal Pak Mentei Perindustrian akan mengirimkan usulannya ke Kementerian Keuangan. Targetnya kalau bisa tahun ini kami sudah serahklan ke Kementerian Keuangan sehingga bisa secepatnya diterbitkan," pungkasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini