nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Program LCEV, Mobil Ramah Lingkungan Seperti Apa yang Dipilih Toyota?

Anton Suhartono, Jurnalis · Minggu 30 Juli 2017 06:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 07 29 15 1746264 program-lcev-mobil-ramah-lingkungan-seperti-apa-yang-dipilih-toyota-Qy8BnOZgLI.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia sedang menggodok program low carbon emission vehicle (LCEV) sebagai kelanjutan dari low cost green car (LCGC). Melalui program ini, kendaraan yang memiliki emisi karbon sesuai dengan kategori yang ditetapkan pemerintah bakal mendapatkan insentif pajak.

Mobil beremisi karbon rendah bahkan nihil bisa berbentuk kendaraan hybrid (menggunakan kombinasi mesin konvensional dan motor listrik), berbahan bakar compressed natural gas (CNG), etanol atau biodiesel, serta mobil murni bertenaga listrik.

Para pelaku industri bersiap-siap untuk menyambut program ini. Secara umum, sebenarnya merek-merek kendaraan yang bermain di pasar Indonesia sudah memiliki produk ramah lingkungan sesuai dengan kategori itu. Mereka tinggal mendatangkannya ke Indonesia.

(Baca Juga: Program LCEV, Produsen Tinggal Pilih Bikin Mobil Gas, Hybrid, atau Listrik)

(Baca Juga: Pemerintah Susun Draf Mobil Listrik, Gaikindo: Arahnya Kemana Kami Ikut)

Namun untuk mendatangkannya ternyata tidak mudah. Selain harus menyesuaikan dengan infrastruktur yang ada di Indonesia, mereka juga memperhatikan produksinya.

Lantas bagaimana dengan Toyota, mobil seperti apa yang akan diandalkan untuk program LCEV ini?

Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono mengatakan, pihaknya belum menentukan seperti apa kendaraan LCEV yang akan diandalkan Toyota. Namun secara teknologi dan produksi perusahaan akan siap.

"Etanol bisa, biodiesel bisa, hybrid juga bisa," papar Warih, belum lama ini.

Dijelaskannya, kendaraan hybrid berpeluang karena secara infrastruktur tidak teralu terlalu kompleks. Ini karena mobil masih bisa dijalankan dengan mesin konvensional. Di samping itu teknologi motor listrik saat ini terus berkembang termasuk baterai. Fasilitas kelistrikan yang ada di Indonesia saat ini juga sudah mendukung.

(Baca Juga: Toyota Akan Bawa Lebih Banyak Mobil Hybrid ke Indonesia, asal...)

Menurut dia, LCEV bukan hanya untuk Toyota, tapi juga merek lain. Pemain automotif lain juga akan merasakannya. Kebijakan pemerintah pun tentunya juga mengakomodasi para pemain lain.

"Infrastruktur yang dibutuhkan untuk kendaraan hybrid hampir sama dengan sekarang. Itu beberapa hal yang kami beri masukan. Ke depan ada kebijakan pemerintah yang dampaknya bukan hanya ke Toyota toh, tapi ke semua industri automotif," ungkapnya.

Hal yang jelas, lanjut Warih, Indonesia harus merasakan manfaat dari LCEV bukan hanya dari sisi lingkungan tapi juga industrinya.

"Supaya negeri kita kebijakan-kebijakan industri automotif dan sebagainya yang bisa meningkatkan market kita yang besar. Marketnya harus ada di sini, kalau marketnya ada di sini industrinya juga akan besar. Kalau industri besar opportunity untuk domestik maupun ekspor juga akan besar. Jadi kami, stakeholders, dan pemerintah harus berusaha bagaimana regulasinya itu paling baik di dunia. Itu tantangannya kita," cetusnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini