nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Target 20% Mobil Listrik di 2025, Pemerintah Siapkan Skema Pajak Barang Mewah

Hambali, Jurnalis · Jum'at 11 Agustus 2017 16:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 11 15 1754112 target-20-mobil-listrik-di-2025-pemerintah-siapkan-skema-pajak-barang-mewah-sf1x0fi2Jv.jpg Wapres Jusuf Kalla mengunjungi booth peserta pameran GIIAS 2017 di ICE, BSD City, Jumat 11 Agustus 2017 (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG - Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional menjadi salah satu landasan yang mendorong pemerintah untuk segera menghadirkan mobil listrik, baik full electric maupun hybrid (kombinasi mesin konvensional dan motor listrik).

Dalam Pasal 18 Ayat (1) disebutkan pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya wajib melaksanakan diversifikasi energi untuk meningkatkan konservasi sumber daya energi dan ketahanan energi nasional dan/atau daerah.

Lalu pada ayat keduanya disebutkan, salah satu diversifikasi energi yang dimaksud adalah percepatan pemanfaatan tenaga listrik untuk penggerak kendaraan bermotor.

Pada 2025 jumlah mobil listrik sudah mencapai 20 persen dari total produksi kendaraan di Indonesia saat itu atau diperkirakan sebanyak 400 ribu unit. Untuk menggenjot rencana ini, mobil bermotor listrik akan mendapat insentif pajak dari pemerintah.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, jenis pajak yang sedang disiapkan adalah pajak penjualan atas barang mewah atau dikenal dengan PPnBM. Besarannya masih diatur melibatkan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian.

"Yang disiapkan termasuk PPnBM-nya," terang JK, usai mengunjungi booth peserta pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, di ICE, BSD City, Jumat (11/8/2017).

Menurut dia, dengan target 20 persen pada 2025 maka semua instrumen yang berkaitan dengan penerapan mobil listrik harus segera disiapkan.

"Mobil listrik itu kan tadi sudah banyak modelnya, dari hybrid ke mobil listrik dengan perkembangannya. Nanti tahun 2025 sudah 20 persen lah," ungkapnya.

Lebih lanjut JK mengungkapkan, jika mobil listrik sudah banyak digunakan maka dampaknya akan ada penurunan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini akan berdampak positif dengan menurunnya subsidi yang dikeluarkan negara terkait penggunaan BBM.

"Kalau (menggunakan) mobil listrik kan artinya pemakaian bahan bakar menurun, BBM itu kan disubsidi, berarti mengurangi juga jumlah subsidi," tambahnya lagi

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini