nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awas! Jangan Salah Gunakan Cairan Antibocor pada Ban, Ini Penjelasannya

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Senin 14 Agustus 2017 15:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 14 15 1755683 awas-jangan-salah-gunakan-cairan-antibocor-pada-ban-ini-penjelasannya-5p2AxRsYjL.jpg Ilustrasi ban bocor (Foto: Santo/Okezone)

TANGERANG - Seiring bertambahnya jumlah pengguna sepeda motor di Tanah Air, produk-produk aftermarket kian menjamur. Dari sekian banyak produk sebut saja salah satunya adalah cairan penambal ban.

Dengan menggunakan cairan tersebut pengendara sepeda motor tidak perlu repot mencari bengkel tambal ban, karena cairan tersebut yang akan menutup lubang bekas paku atau benda lainnya yang menyebabkan ban bocor. Penggunaan cairan antibocor hanya disarankan untuk ban motor jenis tubeless bukan ban tubetype.

"Untuk ban dengan pelek racing dan jari-jari bisa, tapi kalau ban yang masih ada ban dalam kita akan ganti ban dalamnya karena cairan itu tidak langsung menyentuh ban luar. Jadi kami tidak anjurkan penggunaan cairan antibocor untuk ban dengan ban dalam," ujar Firman K Telaumbanua, marketing manager M-1one.

Cairan yang dimasukkan tidak akan berdampak besar terhadap berat ban, justru kata Firman pengendara tetap merasa nyaman sama seperti ban tanpa cairan antibocor di dalamnya.

"Pada dasarnya untuk balancing memang tambah berat tetapi tidak ada berat yang signifikan yang bisa menyebabkan kecelakaan. Tetapi hanya sedikit saja untuk motor tidak terasa ada tambahan. Kalau untuk mobil, bannya semakin lebih napak di aspal dan untuk melakukan manufer dan akselerasi lebih enak masih stabil," terang Firman.

Untuk ban yang sudah menggunakan cairan antibocor, tidak ada perawatan khusus hanya saja Firman menyarankan supaya pengendara motor selalu mengontrol angin yang ban.

"Sesuai riset tidak ada perawatan khusus. Daya tahannya 1 tahun 8 bulan dan untuk mobil 3 tahun," jelasnya.

Bila selama ini banyak yang mengangap, penggunaan cairan antibocor bisa menyumbat pentil ban, namun itu dapat diatasi dengan menyemprotkan angin ke pentil.

"Pada dasarnya kalau untuk cairan kita mudah dibilas, tidak menyumbat pada pentil. Ketika cairan itu masuk pentil harus ada tembak angin bebas, baru dimasukin isi pentilnya kemudian baru tembak angin lagi. Bila tidak dibuang dengan angin itu yang biasanya menimbulkan penyumbatan," tutup Firman. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini