nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi Mobil Listrik e-Power Dianggap Cocok untuk Indonesia, Ini Cara Kerjanya!

Anton Suhartono, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 17:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 15 15 1756474 teknologi-mobil-listrik-e-power-dianggap-cocok-untuk-indonesia-ini-cara-kerjanya-F2kSvFrGSM.jpg Nissan Motor Indonesia perkenalkan teknologi kendaraan listrik e-Power (Foto: Anton/Okezone)

TANGERANG - Nissan Motor Indonesia (NMI) mengandalkan teknologi kendaraan listrik e-Power untuk dipasarkan di Indonesia. Keunggulan mobil listrik yang menggunakan e-Power adalah tidak membutuhkan fasilitas pengisian ulang baterai, karena pasokan listrik dipenuhi seluruhnya dari mesin bensin yang terdapat di mobil.

Di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, NMI memboyong mobil listrik perkotaan Note yang mengaplikasikan e-Power.

Presiden Direktur NMI Eiichi Koito mengatakan, teknologi e-Power cocok diterapkan di negara yang belum atau minim fasilitas pengisian ulang baterai, termasuk Indonesia.

"Kenapa e-Power, karena 100 persen mobil listrik tapi tidak perlu charging station, tidak perlu ada infrastruktur (mobil listrik). Jadi saya pikir sangat cocok dengan pasar yang belum ada infrastrukturnya (charging station)," kata Kioto, di Tangerang, Banten, Selasa (15/8/2017).

Menurut dia, mendatangkan mobil listrik e-Power merupakan bagian dari upaya Nissan mendukung rencana pemerintah yang akan menerapkan regulasi kendaraan ramah lingkungan, termasuk bermotor listrik.

"Jadi Nissan sudah siap sekalipun saat ini diterapkan. Nissan sudah punya teknologinya, tinggal menunggu peraturan dari pemerintahnya," ujar Koito.

Berbeda dengan mobil hybrid, e-Power dilengkapi dengan mesin konvensional namun fungsinya bukan untuk menggerakkan roda, melainkan sebagai charger untuk mengisi ulang baterai. Sedangkan pada mobil hybrid, mesin konvensional masih digunakan menggerakkan roda dan mengisi baterai.

General Manager R&D NMI Masayuki Ohsugi menerangkan, Nissan Note e-Power dilengkapi beberapa komponen utama, yakni baterai lithium ion, generator, inverter, motor listrik, dan mesin bensin. Mobil dilengkapi dengan mesin bensin 1,2 liter untuk memasok daya ke baterai. Mesin bekerja hanya pada saat-saat tertentu saja, tidak selalu beroperasi.

"Sistemnya beroperasi sangat tenang, seperti kendaraan listrik lainnya. Karena e-Power tidak terlalu bergantung pada mesin, maka efisiensi bahan bakarnya sebanding dengan hybrid konvensional, terutama saat di perkotaan,” jelasnya.

Berdasarkan pengujian di Jepang, jika tangki bensin Note diisi penuh yakni sekira 35 liter, mobil ini mampu menjelajah hingga lebih dari 1.000 kilometer. Meski demikian, karena masih menggunakan mesin konvensional, mobil ini menghasilkan emisi karbon yakni sebesar 64 gram per kilometer. Namun kadar itu masih jauh di bawah emisi mobil yang menggunakan mesin berkapasitas sama.

Nissan Note e-Power sendiri pertama kali diluncurkan di Jepang pada November 2016 dan sudah dipasarkan. Selisih harga dengan Note versi stadar mencapai Rp30 juta.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini