nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mobil Listrik Berteknologi e-Power Cocok untuk Indonesia, Kapan Dijual?

Anton Suhartono, Jurnalis · Rabu 16 Agustus 2017 10:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 16 15 1756856 mobil-listrik-berteknologi-e-power-cocok-untuk-indonesia-kapan-dijual-T6CXr4D220.jpg Nissan Note e-Power (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nissan Motor Indonesia (NMI) memperkenalkan teknologi mobil listrik e-Power di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Selasa 15 Agustus 2017. Teknologi ini diklaim paling cocok digunakan di Indonesia karena tidak membutuhkan fasilitas pengisian ulang baterai. Pasalnya mobil listrik bisa mengisi daya secara mandiri melalui generator yakni mesin konvensional.

(Baca Juga: Teknologi Mobil Listrik e-Power Dianggap Cocok untuk Indonesia, Ini Cara Kerjanya!)

Lantas, kapan Nissan akan menjual mobil listrik berteknologi e-Power di Indonesia? Presiden Direktur NMI Eiichi Koito mengatakan, pihaknya masih menunggu kebijakan pemerintah soal mobil listrik. Pasalnya mobil bertenaga listrik membutuhkan insentif sehingga harganya bisa lebih terjangkau oleh konsumen.

Nissan sendiri sudah mengaplikasikan e-Power pada mobil hatchback Note. Mobil itu sudah diperkenalkan di Jepang pada November tahun lalu.

(Baca Juga: Mengenal Teknologi e-Power untuk Mobil Listrik Terbaru Nissan)

"Sejauh ini belum ada rencana untuk menjualnya di Indonesia karena masih menunggu regulasi dari pemerintah. Tapi secara teknologi kami sudah siap dari sekarang," kata Koito.

Jika masuk ke Indonesia, ia berharap harganya pun bisa kompetitif. Namun nilainya belum bisa disebutkan karena masih menunggu regulasi pemerintah.

"Sekarang belum bisa dijawab (harga) karena kan regulasinya belum ada. Kami belum bisa menghitung, belum bisa kalkulasi. Tapi kalau di Jepang, harga Note yang pakai e-Power dengan yang standar (mesin konvensional) beda sekira Rp30 juta (lebih mahal)," tambahnya.

Sementara itu berdasarkan pengujian dengan standar Jepang, Note e-Power memiliki tingkat konsumsi bahan bakar 37 kilometer per liter. Untuk sekali isi ulang baterai, kendaraan mampu menjelajah 40 kilometer.

Namun dalam kondisi tangki bensin terisi penuh, yakni 35 liter, mesin konvensional 1,2 liter bisa memasok energi ke baterai untuk menjalankan mobil sejauh 1.300 km.

Tingkat emisi karbon mobil ini pun terbilang rendah yakni 64 gram per kilometer jika dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional dengan kapasitas mesin yang sama.

“Kapasitas baterai itu 1,5 kWh, kalau pengendaraan normal itu bisa 40 km. Kalau dalam keadaan bensin penuh, kapasitas tangki 35 km, dengan pengujian di Jepang, bisa menjangkau 1.300 km. Kalau di Indonesia belum tahu karena kami belum tes di sini," ungkapnya.

Selain Nissan Note, teknologi e-Power juga bisa digunakan pada model kendaraan lainnya. Rencananya Nissan juga akan memasangkan e-Power pada Juke.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini