nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mobil Ramah Lingkungan Dapat Insentif Pajak tapi Motor Tidak, Kenapa?

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017 18:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 18 15 1758548 mobil-ramah-lingkungan-dapat-insentif-pajak-tapi-motor-tidak-kenapa-MJCwILkcxz.jpg Uji coba skuter listrik GESITS (Foto: Okezone)

BOGOR - Pemerintah Indonesia sedang menggodok program low carbon emission vehicle (LCEV) sebagai kelanjutan dari low cost green car (LCGC). Melalui program ini, kendaraan yang memiliki emisi karbon sesuai dengan kategori yang ditetapkan pemerintah bakal mendapatkan insentif pajak.

Mobil dengan emisi karbon rendah terdiri dari banyak jenis, seperti hybrid, plug in hybrid, berbahan bakar compressed natural gas (CNG), etanol atau biodiesel, serta mobil murni bertenaga listrik.

Namun insentif pajak yang akan diberikan pemerintah nantinya hanya berlaku untuk kendaraan penumpang roda empat saja. Lantas bagaimana dengan sepeda motor?

"Enggak perlu semuanya, sudah jadi kok. Pembebasan bea masuk atas impor barang mewah hanya berlaku untuk mobil," ujar Dirjen Industri Logam Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan, di Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/8/2017).

Ketidakperluan insentif pajak untuk sepeda motor rendah emisi, lanjut Putu, kerena pihaknya merasa bahwa industri roda dua itu sudah kuat.

"Motor sudah kuat, enggak usah pakai insentif lagi. Pasarnya juga sudah besar, suplai komponnenya juga sudah kuat, jadi enggak usah pakai insentif. Untuk roda dua, sepeda motor listrik GESITS, saja sudah bisa bikin," tambah Putu.

Sementara itu terkait skuter listrik GESITS yang siap diproduksi, Putu mendukung langkah Garansindo.

"Langkah mengembangkan teknologi kendaraan listrik sangat kami dukung. Kami juga turut memfasilitasi bagaimana supaya mereka dapat memanfaatkan industri komponen yang sudah ada. Kalau kita sudah berbicara industri yang dikejar adalah volume, kalau volumenya sedikit, maka tidak mungkin seluruh komponen harus dikerjakan PT WIKA. Sehingga kami perlu pembelian barang dari luar. Nah bagaimana kita memanfaatkan sumber-sumber yang ada, yang selama ini sudah mapan dengan pasar roda dua yang ada sekarang. Sehingga saat masyarakat menggunakan kendaraan ini di seluruh Indonesia tidak mengalami masalah suku cadang," terang Putu.

Skuter GESITS mulai diproduksi tahun depan. Tidak lama setalah itu akan dipasarkan. Putu mengharapkan skuter listrik hasil pengembangan Garansindo dan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini dapat menarik minat banyak masyarakat untuk memilikinya.

"Setelah kerja sama ini kami harapkan melalui joint venture company. Suatu upaya untuk memenuhi perizinan, uji kelayakan jalan, itu segera bisa dipenuhi oleh kendaraan listrik yang akan diproduksi ini. Kami harapkan segera dapat dipesan oleh masyarakat banyak," pungkas Putu.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini