Wajah-Wajah Baru Mobil Ramah Lingkungan di GIIAS, Ini Penampakannya

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Sabtu 19 Agustus 2017 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 19 15 1759047 wajah-wajah-baru-mobil-ramah-lingkungan-di-giias-ini-penampakannya-JJ2fGqwjXr.jpg Nissan Note (Okezone)

TANGERANG - Tidak hanya fokus pada penjualan saja, para agen pemegang merek (APM) yang berpartisipasi dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) juga menunjukkan mobil unggulan. Ada beberapa APM yang membawa mobil ramah lingkungan berteknologi hybrid, plug in hybrid, dan listrik. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada pengunjung pameran dan menunjukkan bahwa mereka siap untuk memasarkan mobil rendah emisi itu di Tanah Air.

Adapun APM yang membawa mobil ramah lingkungan yaitu Toyota dengan Prius dan C-HR Hybrid, Nissan Note e-Power bertenaga listrik, dan Mercedes Benz E 350 e plug in hybrid.

Toyota C-HR

Mobil crossover ini pertama kali tampil di ajang Geneva Motor Show pada 2014 sebagai mobil konsep. Pada 2016 mulai diproduksi untuk pasar Jepang dan pada 2017 mulai dipasarkan ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan sebagian pasar Asia.

C-HR adalah singkatan dari coupe high rider yang menggabungkan dua segmen yaitu sedan sport (coupe) dengan SUV. Menggunakan platform Toyota New Global Architecture atau (TNGA), mobil ini berhasil membawa desain dan sasis C-HR ke tingkat optimum.

Di pasar dunia, Toyota C-HR ditawarkan dengan mesin 1.200 cc (turbo) dan Hybrid menggunakan mesin 1.800 cc. C-HR Hybrid yang menggunakan Hybrid Synergy Drive dilengkapi motor listrik nickel metal hydride.

Toyota C-HR hybrid belum dipasarkan secara resmi di Indonesia. Pihak Toyota Astra Motor (TAM) masih menunggu regulasi mobil ramah lingkungan yang saat ini masih digodok

Prius

Sedan generasi keempat ini pertama kali meluncur di Amerika Serikat pada 2015. Mulai dipasarkan di Indonesia pada semester kedua 2017. Harga yang ditawarkan sangat tinggi hampir Rp800 jutan dan harus memesan terlebih dulu sebab TAM tidak menyediakan stok di diler.

Dirancang dengan platform TNGA, Prius memiliki panjang 4.540 milimeter atau lebih panjang 60 mm dibandingkan generasi sebelumnya. Mobil ini juga lebih lebar 15 mm yaitu menjadi 1.760 mm, dan tinggi 1.470 mm. Sedangkan wheelbase tetap sama 2.700 mm.

Menggunakan mesin 1.800 cc yang dikombinasikan dengan motor listrik, mobil ini bisa mencapai tingkat efisiensi bahan bakar 40 kilometer per liter. Prius hadir dengan pilihan baterai lithium-ion atau nickel hydre. Selain keunggulannya sebagai mobil hybrid, Prius juga hadir dengan sistem keselamatan yang sudah menggunakan konsep Toyota Safety Sense, Rear Cross Traffic Alert dan Blind Spot Monitor.

Nissan Note e-Power

Nissan Motor Indonesia membawa mobil listrik Note berteknologi e-Power. Teknologi tersebut cocok diterapkan di negara yang belum atau minim fasilitas pengisian ulang baterai, termasuk Indonesia.

Berbeda dengan mobil hybrid, e-Power dilengkapi dengan mesin konvensional namun fungsinya bukan untuk menggerakkan roda, melainkan sebagai charger untuk mengisi ulang baterai. Sedangkan pada mobil hybrid, mesin konvensional masih digunakan menggerakkan roda dan mengisi baterai.

Mendatangkan mobil listrik e-Power merupakan bagian dari upaya Nissan mendukung rencana pemerintah yang akan menerapkan regulasi kendaraan ramah lingkungan, termasuk bermotor listrik.

Mercedes Benz E 350 e plug in hybrid

Mercedes Benz E 350 e menggunakan mesin bensin tipe M274 DE 20 AL berkapasita 2 liter sama seperti yang digunakan pada C 350 e. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 208 hp dan torsi puncak 350 nm. Mesin dihubungkan ke motor listrik yang diklaim memiliki tenaga sebesar 87 hp dengan torsi 440 nm. Bila keduanya dikombinasikan maka tenaga yang dihasilkan E 350 e mencapai 281 hp dan torsi 550 nm.

Sedan yang berada di keluarga E Class ini sudah lebih dulu diperkenalkan di Malaysia pada April 2017. Mobil ini sudah dirakit secara lokal atau completely knocked down (CKD) di sana.

Mercedes Benz Indonesia belum berencana menjual mobil ramah lingkungan ini di Tanah Air, melainkan baru sebatas memberikan edukasi sekaligus melihat bagaimana respons dari konsumen. Bila direspons positif, tidak menutup kemungkinan Mercedes Benz akan memasarkannya. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini