nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Mobil Listrik untuk Indonesia, Nissan: Tak Perlu Menunggu Tahun 2025!

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Senin 21 Agustus 2017 23:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 21 15 1760291 soal-mobil-listrik-untuk-indonesia-nissan-tak-perlu-menunggu-tahun-2025-tqU5WDg9h5.jpg Nissan Note e-Power (Okezone)

JAKARTA - Hampir semua merek pelaku bisnis automotif di Indonesia sudah memiliki mobil rendah emisi, baik bermesin hybrid, plug in hybrid, dan full electric, tapi belum bisa dipasarkan.

Untuk memasarkannya di Indonesia masih terganjal banyak hal, mulai dari infrastruktur sampai yang paling penting adalah struktur pajak. Tanpa adanya keringanan pajak, harga mobil berteknologi hybrid, plug in hybrid, dan listrik akan tinggi sekali. Karena itu minat konsumen untuk memilikinya akan kecil sekali.

(Baca Juga: Teknologi Mobil Listrik e-Power Dianggap Cocok untuk Indonesia, Ini Cara Kerjanya!)

General Manager Marketing Strategy and Product Planning Nissan Motor Indonesia (NMI), Budi Nur Mukmin, mengatakan peran pemerintah dalam hal pemberian insentif pajak sangat dinantikan. Nissan pun sudah siap menghadirkan mobil listrik.

"Yang pasti Nissan sudah siap untuk masuk ke mobil listrik. Yang kami butuhkan sekarang adalah kejelasan dari pemerintah tentang struktur pajak mobil listrik. Jadi kalau informasi dari pemerintah, komersialisasi mobil listrik itu kan tahun 2025. Buat Nissan kami sudah siap sekarang. Kami bisa launching tahun depan atau dua tahun lagi, tidak usah menunggu tahun 2025. Begitu ini keluar (regulasi pajak) kami sudah bisa langsung luncurkan," ungkap Budi.

Selain itu, dalam aturan nanti juga harus jelas pengkategorian mobil low carbon emission vehicle (LCEV) Pasalnya pengertian mobil rendah emisi karbon itu masih sangat luas. Ditambah lagi, teknologi mobil listrik masih terus berkembang.

Sebagai upaya menunjukkan kesiapan NMI untuk memasarkan mobil listrik, pihaknya baru-baru ini memamerkan Note berteknologi e-Power. Menariknya mobil jenis hatchback ini tidak membutuhkan infrastruktur charging station.

Mobil bisa tetap berjalan tanpa harus di-charge. Karena itu, e-Power dianggap sebagai teknologi kendaraan listrik yang sesuai dengan negara yang masih minim fasilitas charge-nya.

(Baca Juga: Tegas! JK: Pengembangan Mobil Listrik Itu Tantangan & Harus Dijalankan)

Pemerintah sedang meramu insentif pajak bagi mobil ramah lingkungan. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, dunia sudah semakin peka dengan ancaman polusi dari bahan bakar kendaraan. Karena itu mobil bermotor listrik akan menjadi kebutuhan dan tren transportasi di masa mendatang.

"Bahwa mobil juga merupakan suatu obyek atau merupakan suatu yang penting dalam pemeliharaan lingkungan. Saat ini dunia sudah sangat peka," ujar JK, 11 Agustus lalu.

(Baca Juga: Mengenal Teknologi e-Power untuk Mobil Listrik Terbaru Nissan)

Inilah yang menjadi landasan penting dalam mengembangkan mobil hybrid dan listrik, sebagaimana tengah disiapkan pemerintah. Menurut JK, mobil nihil atau rendah emisi karbon tersebut akan menjadi tantangan baru bagi Indonesia ke depannya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini