nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Canggih! Ban Masa Depan untuk Mobil Listrik Ini Bisa Sekaligus Nge-Charge Baterai

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Selasa 22 Agustus 2017 08:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 22 15 1760398 canggih-ban-masa-depan-untuk-mobil-listrik-ini-bisa-sekaligus-nge-charge-baterai-bKQ6fCTgos.jpg Roda Continental (Carscoops)

BERLIN - Produsen ban asal Jerman, Continental AG, memperkenalkan roda konsep yang dipadukan dengan sistem pengereman. Roda ini dirancang khusus untuk mobil listrik yang diyakini akan booming dalam beberapa tahun ke depan.

Berbeda dengan roda konvensional yang saat ini digunakan banyak mobil, Continental justru menunjukkan sesuatu yang unik. Salah satu komponennya yang berbentuk bintang terlihat terpasang pada hub roda. Sedangkan kaliper rem dikaitkan ke as serta cakram ditempel pada komponen berbentuk bintang tersebut.

Sebagaimana dilaporkan Carscoops, Continental mengkalim roda yang sudah satu paket dengan sistem pengereman tersebut memiliki banyak keuntungan. Pertama, bobotnya lebih ringan dibanding roda konvensional. Kedua, suara derunya lebih senyap dan saat pengereman tidak berisik. Ketiga, roda jenis ini lebih tahan lama.

(Baca juga: Soal Mobil Listrik untuk Indonesia, Nissan: Tak Perlu Menunggu Tahun 2025!)

Sebenarnya, sistem pengereman regenerative yang umum digunakan oleh mobil listrik hanya menggunakan cakram sehingga bisa bertahan lama. Namun pemilik mobil harus rajin mengganti bantalan rem.

Bicara mengenai desain roda yang unik, Paul Linhoff kepala pengembangan rem, sasis, dan keamanan Continental mengatakan, "Dalam kendaraan listrik, yang paling penting adalah pengemudi hanya mengeluarkan sedikit tenaga untuk menginjak pedal rem, untuk membuat kendaraan sedikit demi sedikit melambat."

Selama proses perlambatan, lanjut Linhoff, ada momentum di mana generator akan mengubah energi menjadi listrik untuk mengisi baterai, sehingga daya jelajah kendaraan semakin meningkat.

(Baca juga: Nih! Nikola Zero, UTV Bertenaga Listrik Rasa SUV)

"Karena itulah pengemudi terus mengoperasikan pedal rem," terang Linhoff. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini