nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bisnis Travel & Taksi Online Subur, Penjualan Fleet Grand Livina Terdongkrak

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Sabtu 26 Agustus 2017 00:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 08 26 15 1763430 bisnis-travel-taksi-online-subur-penjualan-fleet-grand-livina-terdongkrak-5hoiSkUPhT.jpg Nissan Grand Livina (Okezone)

JAKARTA – Para agen pemegang merek (APM) kendaraan di Indonesia tidak hanya menawarkan produknya untuk pembeli pribadi, namun juga ke segmen fleet seperti perusahaan swasta, instansi pemerintah, kalangan travel, dan lainnya. Biasanya ada model kendaraan tertentu yang sengaja disiapkan untuk dua pasar berbeda. Selain itu masing-masing produsen juga punya strategi dalam melayani konsumen fleet.

Nissan Motor Indonesia (NMI) turut menggarap pembeli fleet. Tidak hanya produk kendaraan niaga ringan seperti Navara, tapi juga kendaraan penumpang ditawarkan ke segmen fleet. Semua produk Nissan yang dipasarkan saat ini bisa ditujukan untuk pasar pribadi maupun fleet.

(Baca juga: Permintaan Nissan Grand Livina Terbaru Meningkat, Target 500 per Bulan)

Kontribusi penjualan fleet NMI saat ini dipegang oleh Grand Livina. Pasalnya, mobil low MPV itu merupakan penyumbang terbesar penjualan Nissan saat ini. Otomatis, mobil yang paling banyak penjualannya juga menyumbang penjualan fleet terbesar.

"Paling banyak Livina. Menurut saya yang paling banyak itu in line dengan proporsi jualan kami. Kalau jualan kami kebanyakan Livina. Livina itu menyumbang 40 persen dati total penjualan. Jadi kalau fleet Livina juga kontributor terbesar,” jelas General Manager Marketing and Strategy NMI, Budi Nur Mukmin, di Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Soal peruntukan Grand Livina fleet, jelas Budi, ada yang menggunakannya untuk travel dan taksi online. Apalagi dua bisnis transportasi itu saat ini sedang naik.

“Ada yang untuk travel ada juga taksi online," ungkapnya.

Lantas, apa yang membedakan segmen pribadi dengan fleet? Dijelaskan Budi, "Bedanya kalau beli fleet ada spesial treatment. Kalau beli fleet kami bisa memberikan kontrak servis. Ada training khusus untuk teknisi. Biasanya kalau konsumen fleet itu mereka punya teknisi sendiri.”

Budi mencontohkan, sewaktu Nissan meluncurkan pikap Navara dua tahun lalu, perusahaan memiliki program mengirim teknisi ke tempat konsumen. Jika konsumen ada masalah pada kendaraan mereka tim teknisi akan berangkat ke tempat di mana konsumen tinggal. Maklum, pasalnya Navara banyak digunakan di perkebunan dan pertambangan.

(Baca juga: Nissan Siapkan Generasi Penerus Grand Livina, Kerja Sama dengan Mitsubishi?)

Di samping itu, pasar fleet mendapat harga jual berbeda dibandingkan konsumen pribadi. Harga pembelian fleet bisa lebih murah karena dalam jumlah banyak. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini