nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TOP AUTOS OF THE WEEK: Juni 2018, Perempuan di Arab Saudi Boleh Nyetir Mobil

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Minggu 01 Oktober 2017 17:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 01 15 1786642 top-autos-of-the-week-juni-2018-perempuan-di-arab-saudi-boleh-nyetir-mobil-Ji3k0pGn6t.jpg Ilustrasi perempuan mengemudi (MetroUK)

RIYADH - Mulai Juni 2018 perempuan di Arab Saudi boleh menyetir mobil sendirian. Keputusan tersebut dikeluarkan langsung oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Arab Saudi merupakan satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan mengendarai mobil.

Raja Salman meminta dibentuk sebuah badan dalam 30 hari yang tugasnya memberikan masukan kepada kerajaan terkait dibolehkannya perempuang mengemudi.

Tugas badan yang dibentuk itu salah satunya adalah memastikan bahwa tidak ada aturan syariat Islam yang dilanggar.

Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi selaku perkumpulan ulama tertinggi di negara itu telah menyetujui pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan.

Latifa Al Shaalan, anggota dewan syuro, sebuah lembaga penasihat Arab Saudi, menjelaskan, pencabutan larangan ini akan lebih menguatkan peran pekerja perempuan di sektor swasta.

(Baca juga: Larangan Nyetir bagi Wanita Dicabut, Penjualan Mobil di Arab Saudi Bisa Naik 20%)

"Ini adalah hari yang bersejarah. Saya sampai tidak bisa berkata-kata untuk mengekspresikan perasaan saya serta perasaan ribuan perempuan Arab Saudi lainnya," kata dia.

Perjuangan agar perempuan diperbolehkan menyetir mobil di Arab Saudi sudah dikampanyekan kalangan aktivis di negara itu sejak 25 tahun lalu.

Sementara itu, pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan ini diprediksi akan memberikan dampak besar bagi bisnis automotif di negara kaya minyak itu. Penjualan mobil diperkirakan akan meningkat pada 2018, seiring dimulainya penerapan pencabutan larangan tersebut pada Juni.

Penjualan mobil di Arab Saudi sendiri sempat mengalami kelesuan akibat buruknya kondisi ekonomi sejalan dengan merosotnya harga minyak. Pada 2015, penjualan kendaraan penumpang di Arab Saudi sempat mencapai puncaknya yakni 858 ribu unit, tapi pada tahun lalu anjlok hingga 25 persen menjadi 644 ribu unit.

Aturan ini diyakini akan membawa dampak besar, mengapa? Data Merrill Lynch, menyebutkan ada 9 juta perempuan pengemudi potensial, di mana 2,7 juta di antaranya bukan warga Arab Saudi. Mereka umumnya para pekerja di sektor swasta, termasuk pertambangan.

Apalagi, saat ini angka kepemilikan kendaraan di Arab Saudi masih 220 unit dari 1.000 orang. Diprediksi angka ini akan meningkat menjadi 300 per 1.000 orang hingga 2025, mendekati rasio kepemilikan kendaraan negara tetangganya, Uni Emirat Arab.

(Baca juga: Arab Saudi Akhirnya Perbolehkan Perempuan Menyetir Mobil, Aktivis: Perjuangan Kami Berhasil)

Selain dapat meningkatkan penjualan, dengan adanya aturan baru tersebut diperkirakan dapat mengurangi jumlah kecelakaan, demikian pernyataan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Nayef.

"Wanita yang mengendarai mobil akan mengubah keselamatan lalu lintas menjadi praktik pengajaran yang akan mengurangi kerugian manusia dan ekonomi akibat kecelakaan," ujarnya, seperti dikutip dari Twitter resmi kementerian tersebut.

Pasukan keamanan siap untuk menerapkan undang-undang lalu-lintas kepada pria dan perempuan, meskipun dia tidak menyebutkan apakah perempuan akan direkrut sebagai polisi lalu-lintas.

Sekira 20 orang Saudi meninggal setiap hari dalam kecelakaan lalu-lintas. Tata pemerintahan yang buruk telah berkontribusi terhadap rekor terburuk Arab Saudi dalam hal keselamatan di jalan raya, menurut para analis, dan pemerintah berharap mengurangi seperempat dari jumlah kematian sebagai bagian dari program reformasi Vision 2030 yang ambisius. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini