nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wow, Penjualan Mobil Bensin di Eropa Kalahkan Diesel

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Senin 02 Oktober 2017 13:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 02 15 1786994 wow-penjualan-mobil-bensin-di-eropa-kalahkan-diesel-E8Ap2dk4pq.JPG Mesin diesel Volkswagen (Carscoops)

BRUSSEL - Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, penjualan mobil bermesin bensin melampaui diesel di Eropa. Sejak 2009 penjualan mobil bermesin diesel selalu mendominasi

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh European Automobile Manufacturers Association (Acea) tercatat bahwa penjualan mobil bensin naik hampir 10 persen pada semester pertama tahun ini (Januari-Juni) dibanding periode yang sama tahun lalu. Sekarang penjualan mobil penumpang yang menggunakan mesin bensin mencapai 48,5 persen.

(Baca juga: Susul Prancis, Inggris Bakal Larang Penjualan Mobil Bensin & Diesel)

Pada 2016 mobil dengan mesin diesel menyumbang penjualan sebesar 50,2 persen. Namun angka tersebut kini telah merosot menjadi 46,3 persen. Dalam enam bulan pertama 2017, setidaknya ada 152.323 unit kendaraan diesel yang terjual di Eropa dibanding tahun lalu.

(Baca juga: Mobil Bensin & Solar Akan Dilarang, Bagaimana dengan Motor?)

Di tengah penurunan penjualan mobil diesel, Acea mencatat penjualan mobil berteknologi hybrid, listrik, LPG (Liquefied Petroleum Gas), dan kendaraan natural gas justru mengalami peningkatan dari 35 persen menjadi 5,2 persen dari total mobil yang terjual.

Bicara mengenai angka penjualan mobil, sekretaris jenderal ACEA, Erik Jonnaert mengatakan, kendaraan diesel dan bensin akan terus berperan dalam proses transisi menuju kendaraan rendah emisi.

(Baca Juga: Prancis Akan Hentikan Penjualan Mobil Bensin & Diesel)

"Banyak produsen mobil di Eropa yang telah berinventasi untuk kendaraan dengan bahan bakar alternatif. Untuk itu perlu adanya dorongan ke konsumen supaya membeli kendaraan bahan bakar alternatif, caranya dengan menerapkan insentif yang tepat dan menerapkan infrastruktur pengisian ulang baterai di seluruh Uni Eropa," katanya. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini