CEO Rolls Royce: Mobil Listrik Suatu Keharusan

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Jum'at 20 Oktober 2017 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 19 15 1798877 ceo-rolls-royce-mobil-listrik-suatu-keharusan-4dm3mhKyYT.jpg Rolls-Royce Phantom (Carscoops)

MANCHESTER – Enam tahun lalu Rolls Royce pernah memperkenalkan mobil listrik konsep yang diberi nama 102 EX. Namun, kelanjutan dari proyek mobil listrik tersebut tidak jelas. Melihat semakin banyaknya produsen mobil yang fokus terhadap mobil tanpa emisi, maka Rolls Royce berniat ikut bermain di pasar mobil itu.

(Baca juga: Keren! Norwegia Pangkas Pajak yang Menyebabkan Harga Mobil Listrik Mahal)

Chief Executive Officer (CEO) Rolls Royce Torsten Muller Otvos mengatakan pihaknya tengah merancang Phantom baru dengan elektrifikasi dan kemungkinan sedan mewah tersebut memiliki varian full electric. Belum diketahui pasti kapan mobil mewah ini akan diperkenalkan.

Menurut Torsten, perusahaan lebih berorientasi ke regulasi yang dibuat oleh pemerintah di masing-masing negara daripada permintaan konsumen.

"Mungkin kami akan melihat perkembangannya dalam beberapa dekade ke depan. Beberapa pasar Asia sudah mengeluarkan wacana larangan menjual mesin diesel dan bensin. Jika ini terjadi, maka elektrifikasi adalah suatu keharusan," kata Torsten sebagaimana dilaporkan Carscoops.

Ia mengakui saat ini belum ada pelanggan yang menuntut perusahaan untuk secepatnya mendatangkan mobil listrik. "Saya belum melihat satu lembar cek pun tiba di mejaku dengan mengatakan, 'Bangunkan saya satu mobil listrik'," ucapnya.

Sebelum menuju ke kendaraan tanpa emisi, Rolls Royce akan lebih dulu menyuntik mati mobil hybrid dan plug-in hybrid, serta tidak akan menghidupkannya kembali.

Selain soal mobil listrik, Torsten juga mengungkapkan bahwa perusahaan mengikuti perkembangan teknologi automotif yang saat ini tengah ramai yaitu mobil otonmom (tanpa sopir). Hanya saja, belum ada niat untuk mengembangkannya karena saat ini infrastruktur kurang mendukung.

(Baca juga: Presiden Mitsubishi Electric: Mobil Listrik Akan Lebih Murah dari Kendaraan Konvensional)

"Semuanya tergantung pada kemajuan pembangunan, bila memang benar dan cukup maju sehingga menjadi kendaraan yang sangat dibutuhkan bagi pelanggan maka kemungkinan perusahaan akan merangkul perusahaan yang dapat mengembangkan teknologi mengemudi otonom," pungkas dia. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini