Setelah 69 Tahun Beroperasi, General Motors Resmi Tutup Pabrik Mobil di Australia

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Senin 23 Oktober 2017 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 23 15 1800394 setelah-69-tahun-beroperasi-general-motors-resmi-tutup-pabrik-mobil-di-australia-YrGgaOjRfK.jpg Suasana perayaan produksi mobil Holden terakhir (Carscoops)

MELBOURNE - Setelah Ford dan Toyota, kini giliran General Motors (GM) yang menutup pabrik mobil di Australia. Pabrik perakitan yang memproduksi mobil Holden itu berlokasi di Adelaide utara. Pabrik mulai beroperasi sejak 69 tahun yang lalu atau tepatnya pada 1948. GM menjadi produsen mobil yang terakhir menutup pabrik di Australia.

Mobil terakhir yang diproduksi di pabrik tersebut adalah Holden VFII Commodore Redline. Sebagai pertanda berakhirnya operasional pabrik, GM melangsungkan acara kecil-kecilan bersama para pekerja di dalam maupun luar pabrik.

(Baca juga: Toyota Resmi Tutup Pabrik Mobil di Australia, Ini Penyebabnya)

GM merupakan perusahaan automotif tertua kedua di dunia. Perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat itu memulai bisnisnya di Australia pada 1856. Selama bertahun-tahun berada di Negeri Kangguru, perusahaan telah memproduksi sekira 7.687.675 kendaraan dan mempekerjakanย  karyawan yang tak terhitung jumlahnya.

(Baca juga: Toyota Indonesia Jajaki Ekspor Mobil Sedan ke Australia)

Dalam acara perayaan produksi mobil terakhir, Chairman Holden Mark Bernhard mengatakan, "Holden adalah ikon yang bisa berdiri sampai saat ini hanya karena orang-orang yang penuh gairah. Atas nama semua orang di Holden, saya berterima kasih atas pelayanan Anda dari lubuk hatiku,"

Penutupan pabrik membuat sejumlah pekerja dirumahkan, namun Bernhard memastikan hal tersebut tidak akan terjadi. Dirinya mengatakan bahwa 85 persen pekerja telah berhasil dialihkan ke pekerjaan lain. "kami telah bekerja sama erat dengan orang-orang kami. Pusat peralihan karyawan akan tetap terbuka setidaknya selama dua tahun lagi sehingga semua karyawan Holden dan supply chain memiliki kesempatan terbaik untuk melakukan transisi," terang Bernhard mengutip Carscoops.

(Baca juga: Nah Loh, di Australia Tidak Ada Lagi Pabrik Mobil)

Terlepas dari berakhirnya produksi Australia, Holden masih akan terus mempekerjakan sekira 1.000 orang termasuk tim desain dan tim engineering. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini