Mengintip Cafe CLBK, Tempat Nongkrong Penggemar Automotif di Jepang

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 15:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 10 26 15 1802851 mengintip-cafe-clbk-tempat-nongkrong-penggemar-automotif-di-jepang-B8gjfeIk30.jpg Suasana Cafe (Abu/Okezone)

TOKYO - Ini dia cafe Copen Local Base Kamakura (CLBK) tempat nongkrong para pengemar automotif di Kota Kamakura, Provinsi Kanagawa, Jepang. Posisinya di dekat traffic light sekira 1 Km dari stasiun kereta setempat.

(Baca juga: Daihatsu Siap Produksi Mobil Listrik untuk Indonesia, tapi...)

Konsepnya modern, yakni semua dinding dibuat dari kaca yang transparan sehingga orang dari luar dan dalam bisa melihat. Meja persegi dan bulat untuk para pengunjung sudah tersedia.

Namun ada yang unik di dekat tempat pemesanan makanan. Sebab di sana parkir mobil Daihatsu Copen buatan 2014.

Nuansa automotif memang kental disajikan. "Karena ini memang tempat berkumpul komunitas pemilik mobil," ujar Staff Manager Cafe CLBK, Sato di lokasi, Kamis (26/10/2017).

Tak hanya itu, cafe CLBK juga dijadikan tempat sharing produsen, distributor, dan pemilik mobil. "Tetapi cafe ini bukan tempat menjual mobil," ucapnya.

Sato mengatakan pihaknya hanya menyediakan makanan dan minuman cafe berupa makanan Amerika.

Anak muda berkumpul di sini tak hanya diskusi, tapi sekaligus mencoba mobil-mobil baru. "Di sini sering disediakan test drive. Pengakuan mereka cafe ini meningkatkan penjualan produsen dan pihak diler. Tapi sekali lagi ini bukan tempat jual mobil ya. Ini hanya cafe," tutur Sato.

"Jadi di cafe ini produsen, diler, sama pelanggan lebih dekat, mengobrol panjang. Mereka bisa sharing apa saja," tambahnya.

Sementara Marketing Director Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra mengutarakan pengunjung cafe ini sekira 300 orang per hari. Meski berkembang saat didirikan pada 2014, konsep ini belum akan dibuat di Indonesia.

(Baca juga: Sedan Daihatsu Batal Mengaspal di Indonesia, Lho Kok Bisa?)

Berbagai alasan penyebabnya, termasuk karena Daihatsu sudah diakuisisi Toyota. Sehingga untuk pengembangannya perlu didiskusikan ulang. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini