nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TOP AUTOS OF THE WEEK: Terungkap, Sejarah Awal Terciptanya Kendaraan Roda Tiga

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Minggu 29 Oktober 2017 15:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 10 29 15 1804559 top-autos-of-the-week-terungkap-sejarah-awal-terciptanya-kendaraan-roda-tiga-2Edt8eeL0K.jfif Daihatsu Midget (Okezone)

JAKARTA - Angkutan umum jenis bemo sudah dikenal sejak lama oleh warga Jakarta. Kendaraan yang hanya memiliki tiga roda itu mempunyai nama asli Midget dan diproduksi pertama kali di Jepang oleh Daihatsu. Midget menjadi kendaraan Daihatsu pertama yang masuk ke Indonesia.

General Manager Product Development Daihatsu Motor Company (DMC) Tadao Yokota mengatakan, di Jepang, bemo disebut kendaraan Midget. "Ini pertama kali diluncurkan pada 1957," ujarnya di Tokyo.

(Baca juga: Wow! Hampir Punah di Jakarta, Bemo Justru Dipamerkan di Tokyo Motor Show 2017)

Menurutnya, pada waktu itu bemo sangat laris karena harganya yang terjangkau. Selain itu banyak diminati karena sangat mudah dikendarai.

"Mudah dikendarai dan sampai sekarang (menurut saya) objektif untuk membawa barang," tutur Tadao.

Sejarah mencatat, Midget dibuat pada 1950. “Pada 1950 TV monokrom, mesin cuci, dan kulkas disebut sebagai tiga jenis harta suci. Midget (bemo) dilahirkan pada era itu,” ujar Iwaya, pemandu museum Daihatsu di Osaka, Jepang, tempat bemo disimpan sebagai kenangan.

Unit tersebut dirancang untuk menggantikan sepeda dan pedati yang waktu itu diandalkan untuk mengangkut distribusi barang di kota-kota Jepang. Dengan bemo, pengangkutan barang dagangan semakin lancar. Sebab lebih gesit karena digerakkan mesin, serta bisa mengangkut barang lebih cepat dan banyak dibanding pedati. “Pada zaman itu Midget dikenal (diistilahkan) sebagai helikopter bandar (helikopter kota),” kata Iwaya.

(Baca juga: Kisah Bemo Berjuluk Helikopter Bandar, Lahir saat Kulkas Disebut Harta Suci)

Okezone pun menelusuri sejarah bemo lebih rinci. Pantauan di museum Daihatsu, tampak bemo generasi perdana dipajang. Bagian belakang berbentuk bak terbuka seperti ruang angkut mobil pikap.

Sementara bagian depan merupakan ruang kemudi yang tak dilengkapi dengan pintu. Kiri-kanan pengendara tanpa pelindung sama sekali, sementara setirnya seperti setang motor. Tempat duduknya serupa jok motor dan hanya satu, cuma untuk pengendara.

Lebih detil lagi, panjang bemo ini 2.540 milimeter, lebar 1.200 mm, dan tinggi 1.500 mm. Berat totalnya 300 kilogram, dilengkapi dengan mesin berkapasitas 249 cc. Pada tahun pertama diluncurkan, unit itu dihargai 230 Yen.

Jika dibandingkan dengan bemo yang beroperasi sekarang di Jakarta, fisiknya sedikit berbeda. Sebab bagian belakang bemo di Jakarta telah dimodifikasi menjadi ruang beratap untuk penumpang. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini